Setelah dinyatakan lulus, maka 33.875 para calon manajer itu bakal memperoleh ijazah dan ditawarkan kontrak kerja. Usai mereka selesai mengikuti pendidikan, calon manajer koperasi desa dan kampung nelayan kembali ke tempat masing-masing.
Bos Agrinas Beberkan Rencana Sebar 28.626 Manajer ke 1.021 Kopdes

- Sebanyak 33.785 calon manajer koperasi desa/kelurahan dan kampung nelayan lulus setelah 45 hari pendidikan, termasuk 30 hari latihan dasar militer dan materi manajerial.
- Agrinas akan menempatkan 28.626 lulusan pengelola kopdes ke 1.021 koperasi yang sudah beroperasi, sementara 18.672 bangunan selesai dan 3.558 lainnya masih dibangun.
- Gaji manajer akan ditentukan berdasarkan daerah penempatan, ditanggung APBN selama dua tahun pertama, sedangkan lokasi kerja dan kontrak dua tahun diatur BP BUMN.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak 33.785 calon manajer koperasi desa atau kelurahan merah putih dan kampung nelayan merah putih dinyatakan lulus usai melewati 45 hari pendidikan. Selama 30 hari, calon manajer mengikuti latihan dasar militer. Sisanya digembleng mengenai materi manajerial koperasi.
Kelulusan itu ditutup lewat seremoni yang dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Jumat (31/7/2026). Sekretaris Jenderal Kemhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo memberikan pin bela negara dan ijazah kepada dua perwakilan calon manajer yang telah lulus.
Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan, 28.626 individu lulus sebagai calon pengelola koperasi desa merah putih. Sedangkan, 5.159 orang lulus sebagai calon pengelola kampung nelayan merah putih.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota yang ikut hadir dalam upacara penutupan mengatakan sejauh ini sudah ada 18.762 bangunan kopdes atau kelurahan merah putih. Namun, masih ada 3.558 bangunan koperasi yang sedang dibangun. 1.021 kopdes, kata Joao, sudah beroperasi.
"Untuk koperasi desa merah putih yang sudah selesai dibangun per hari ini mencapai 18.672. Kemudian, yang sedang dibangun 3.558. Yang sudah mulai beroperasi 1.021. Jadi, teman-teman yang sudah selesai dilatih ini, akan segera di-deploy ke tempat-tempat yang sudah beroperasi," ungkap Joao hari ini.
Dilihat dari jumlah manajer dibandingkan bangunan kopdes yang ada, ada ketimpangan. Jumlah SDM lebih banyak dibandingkan bangunan kopdes yang siap beroperasi.
1. Agrinas janjikan 35 ribu kopdes terbangun dalam 3 minggu

Lebih lanjut, Joao menjanjikan 35 ribu bangunan kopdes bakal terbangun dalam kurun waktu tiga pekan mendatang. Meskipun publik meragukan target tersebut bisa tercapai.
Sementara, jumlah kampung nelayan yang sudah terbangun juga masih jauh dari target. Sekretaris Perusahaan PT Agrinas Jaladri Nusantara, Febi Chadimun Putra mengatakan kampung nelayan yang sudah terdaftar berlokasi di 100 titik.
"Tapi, untuk tahun ini targetnya total (kampung nelayan merah putih) ada di 1.369 titik. Semua sedang dalam proses pembangunan," kata Febi di Lanud Halim.
2. Penentuan gaji calon manajer akan ditentukan berdasarkan daerah penempatan

Ketika IDN Times tanyakan berapa rentang gaji yang akan diperoleh calon manajer kopdes dan kampung nelayan, Joao menyebut hal tersebut bakal dibahas dalam rapat lintas instansi yang digelar Jumat siang tadi.
"Gajinya lagi dibahas, hari ini akan diputuskan dan diumumkan. Rate-nya akan ditentukan sesuai daerah masing-masing. Nanti akan diputuskan yang paling bijak seperti apa," kata Joao.
Sementara, Sekretaris Jenderal Kemhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan BP BUMN yang bakal menentukan lokasi penempatan para calon manajer.
"Nanti, akan ada pemanggilan yang akan langsung dilaksanakan oleh panitia pusat dan penempatan nanti ditentukan oleh panitia pusat, dalam hal ini BP BUMN," ujar Tri.
Sementara, soal kapan puluhan ribu calon manajer itu mulai bekerja, kata Tri, akan disampaikan lebih lanjut oleh panitia seleksi pusat yang terdiri dari berbagai lintas instansi.
"Yang mengatur adalah BP BUMN karena mereka nanti ada penugasan dalam kurun waktu tertentu, yakni selama dua tahun," imbuhnya.
3. Gaji manajer kopdes ditanggung APBN selama dua tahun

Sebelumnya, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memastikan gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama 2 tahun pertama operasional. Setelah masa dua tahun tersebut berakhir, kata dia, pembiayaan gaji manajer akan bersumber dari pendapatan koperasi yang telah beroperasi secara mandiri.
"Sementara (menggunakan) APBN selama dua tahun," kata Ferry di Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026.
Namun, politisi Partai Gerindra itu belum dapat memastikan nominal gaji yang akan diterima oleh manajer KDKMP. Menurut dia, besaran gaji manajer masih dalam tahap pembahasan dan akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang saat ini sedang difinalisasi.
"Lagi finalisasi. Dalam minggu depan sih sudah (terbit) Perpresnya," kata dia.
Dia juga menegaskan skema pembiayaan dari APBN hanya berlaku bagi manajer koperasi. Sementara itu, gaji pegawai koperasi lainnya akan menjadi tanggung jawab masing-masing koperasi dan dibayarkan dari pendapatan usaha koperasi.




















