Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemhan Akui Program Pelatihan Calon Manajer Kopdes Habiskan Rp1 T

Kemhan Akui Program Pelatihan Calon Manajer Kopdes Habiskan Rp1 T
Ilustrasi gedung Kementerian Pertahanan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kemhan mengakui pelatihan bela negara untuk 35.476 calon manajer Kopdes menelan Rp1,064 triliun, atau sekitar Rp30 juta per peserta, melalui pengajuan anggaran ke Kemenkeu.
  • Dari 35.476 peserta gelombang pertama, pendidikan diproyeksikan ditutup dengan 33.785 orang. Peserta selama pelatihan menerima uang saku Rp1,5 juta, bukan gaji atau denda penalti.
  • Lima calon manajer meninggal selama latihan dasar militer. Kemhan kemudian mengubah format pendidikan dari komponen cadangan menjadi bela negara dengan aktivitas fisik yang dikurangi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mengakui program pelatihan pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menghabiskan biaya hingga Rp1 triliun. Biaya itu mencakup berbagai komponen di dalam pendidikan bela negara bagi 35.476 calon manajer kopdes.

Masing-masing peserta memakan biaya mencapai Rp30.001.932. Bila dikalikan dengan total 35.476 calon manajer kopdes yang dibiayai, maka total mencapai Rp1.064.348.539.632 (Rp1 triliun).

Hal itu mengonfirmasi temuan keterangan yang pernah disampaikan Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin bahwa biaya pendidikan latihan dasar militer bagi masing-masing calon manajer kopdes mencapai Rp30 juta. Sementara, biaya pelatihan manajerial bagi calon manajer menembus angka Rp15 juta.

Dengan demikian,, total biaya pendidikan yang dikeluarkan bagi masing-masing calon manajer Kopdes mencapai Rp45 juta. Namun, Kemhan tidak memaparkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk pelatihan manajerial lantaran hal tersebut merupakan ranah dari Kementerian Koperasi.

Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, mengatakan, biaya Rp1 triliun itu tidak akan diambil dari pos anggaran Kemhan. Mereka akan mengajukan anggaran tersebut ke Kementerian Keuangan.

"Jadi, pos anggaran yang digunakan untuk kegiatan penyiapan SDM ini, kami ajukan ke Kementerian Keuangan. Jadi, tidak mengganggu atau membebani anggaran dari APBN, terutama dari DIPA UO Kemhan atau UO TNI," kata Wisnu ketika menjawab pertanyaan IDN Times di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).

"Jadi, per orang dialokasikan Rp30 juta yang kalau dirinci untuk membiayai seleksi dan kaporlap (kelengkapan perorangan lapangan)," kata dia.

Ketika ditanyakan apakah ini bermakna Kemhan mengajukan anggaran untuk pelatihan tersebut dengan sistem reimburse, Wisnu tak menampiknya.

“Proses reimburse-nya melalui mekanisme penelaahan oleh Kemenkeu lebih dulu sebelum adanya persetujuan anggaran yang akan didukung,” ujar dia. 

1. 33.785 calon manajer Kopdes ikut penutupan pendidikan

Calon manajer Kopdes Merah Putih, Ketut Gede Wetan Pastia, Kemhan
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kabadan BPSDM), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia (tengah) ketika memberikan keterangan di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan di gelombang pertama ada 35.476 calon manajer yang mengikuti pendidikan pada periode pertengahan Juni hingga akhir Juli 2026.

Angka itu terbagi ke dalam 30 ribu calon manajer kopdes dan 5.476 calon manajer untuk kampung kelurahan nelayan.

"Namun, dari proses pelaksanaan kegiatan yang terdapat dinamika yang demikian kompleks, mulai dari tempat, dan sistem open biding atau online saat pendidikan lanjutan usai rekrutmen, di awal jumlahnya yang masuk ke format pembukaan pendidikan 33.846. Hari Jumat, mudah-mudahan akan kami tutup pendidikan ini sejumlah 33.785 orang," kata Ketut.

Artinya, jumlah calon manajer berkurang 1.691. Ketut mengatakan, berkurangnya ribuan calon manajer itu lantaran dipicu berbagai alasan. 

Sebanyak 61 calon manajer kopdes diketahui tidak bisa lanjut pendidikan. Sebanyak 16 individu di antaranya tidak lolos penentuan akhir (pantukhir) dengan alasan kesehatan. Ada pula yang mengundurkan diri dan memilih profesi sebelum mengikuti seleksi.

"Kemudian, ada yang hamil sekitar 40 orang. Statusnya talent pool, artinya masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan di batch selanjutnya," kata dia.

Penentuan gelombang selanjutnya untuk pendidikan calon manajer kopdes akan ditentukan dalam rapat lintas instansi pada Jumat (31/7/2026) siang.

2. Calon manajer kopdes merah putih belum menerima gaji selama pendidikan

Calon manajer kopdes merah putih
Ribuan calon manajer kopdes merah putih dan kampung nelayan merah putih yang menuntaskan 45 hari pendidikan. (IDN Times/Santi Dewi)

Ketut turut membantah isu bahwa calon manajer Kopdes Merah Putih dan calon manajerKampung Nelayan telah mendapat gaji selama mengikuti pendidikan. Dia menjelaskan, selama mengikuti pendidikan, calon manajer kopdes hanya diberi uang saku senilai Rp1,5 juta.

"Berkaitan dengan informasi selama ini mendapatkan gaji, itu tidak ada. Yang ada adalah dari mekanisme ini salah satunya dari pos penyelenggaraan pendidikan yang paling besar di antara yang lain adalah uang saku. Diterima per orang satu bulan Rp1 juta. Karena pendidikannya berdurasi 1,5 bulan, bagi yang full mengikuti pendidikan, dia masing-masing menerima Rp1,5 juta," kata dia.

Dia juga menepis ada sanksi berupa denda penalti yang dikenakan oleh panitia seleksi nasional kepada calon manajer kopdes yang memilih mundur di tengah proses pendidikan dan pekerjaan.

3. Lima calon manajer kopdes meninggal saat mengikuti pelatihan dasar militer

-
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Sementara, selama proses pendidikan latsar militer digelar di satuan pendidikan di seluruh Indonesia, ada lima calon manajer kopdes yang meninggal. Lantaran hal itu, Kemhan mengubah format pendidikan dari semula komponen cadangan menjadi bela negara. Perubahan format pendidikan itu mengurangi aktivitas fisik yang diikuti oleh calon manajer kopdes.

Berikut data lima calon manajer kopdes yang meninggal saat mengikuti latihan dasar militer:

  1. Anisa Muyassaroh: meninggal pada 18 Juni 2026 di satuan pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Anisa dinyatakan meninggal akibat heat stroke
  2. Yonanda Muhammad Taufiq: meninggal pada 17 Juni 2026 di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan. Yonanda meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung
  3. Novia Rahmadhani Sihotang: meninggal pada 23 Juni 2026 di satuan pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Novia memiliki riwayat penyakit tuberkolosis.
  4. Muhamamd Rifki Renaldi Gunawan: meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 di satuan pendidikan Yon Parako 465. Sempat mengeluhkan sesak nafas pada Rabu, 24 Juni 2026, dan dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya kritis pada Kamis, 25 Juni 2026.
  5. Nola Dya Sari meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 di Dodik Bela Begara Rindam XII, Singkawang, Kalimantan Barat. Kesehatannya menurun ketika berada di dalam kelas. Ketika dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 20.20 WIB dilakukan berbagai upaya medis. Nola mengalami henti jantung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More