Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bos Lorena Curhat, Rupiah Melemah Bikin Harga Oli Naik 40 Persen
CEO LORENA Group & Founder BIG (Bawa Indonesia Global), Eka S Lorena Subakti di acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Eka S. Lorena Surbakti ungkap pelemahan rupiah bikin harga oli dan suku cadang bus naik hingga 40 persen, menambah beban operasional Lorena Group.
  • Meskipun biaya meningkat, Lorena memilih tidak menaikkan tarif tiket bus karena daya beli masyarakat sedang menurun dan perlu dipahami kondisinya.
  • Dalam forum Indonesia Summit 2026, IDN Media juga meluncurkan survei Millennial and Gen-Z Report 2027 untuk menggali aspirasi generasi muda di sembilan wilayah Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - CEO Lorena Group, Eka S. Lorena Surbakti curhat pelemahan rupiah terhadap dollar berdampak langsung terhadap operasional angkutan penumpang dan barang. Ia mengaku terpaksa membayar lebih mahal 40 persen untuk oli dan suku cadang bus lantaran rupiah terus melemah.

"Saat ini dengan adanya kenaikan harga BBM, pelemahan rupiah, mengakibatkan banyak sekali kenaikan terhadap komponen-komponen lainnya. Termasuk harga spare part dan oli. Harga oli sekarang naiknya sampai 40 persen," ujar Eka ketika berbicara di forum Hyper-Growth: The Rise of The Second Tier' di The Tribrata, Jakarta Selatan pada Rabu (17/6/2026).

Meski begitu, Eka memilih tak menaikan tarif tiket bus bagi penumpang. Sebab, daya beli masyarakat pun menurun saat ini.

"Jadi, kami tidak membuat penyesuaian tarif seperti tahun lalu. Jadi, lucu gitu, beban bertambah, tapi kita juga mesti memahami kebutuhan masyarakat itu kemampuannya seperti apa," tutur dia.

Di sisi lain, Eka menilai hingga saat ini belum ada kebijakan dan langkah dari regulator bagaimana masyarakat tetap bisa melakukan mobilisasi secara efektif dengan biaya yang tidak mahal. Berdasarkan pengalaman Eka, daerah yang memiliki transportasi penumpang dan barang yang baik maka berdampak langsung terhadap kemajuan daerah tersebut.

"Sementara, daerah-daerah yang tidak terjadi pergerakan transportasinya, mobilitasnya sangat membebani, rata-rata mereka itu akan terbelakang," tutur dia.

Eka menambahkan kini usaha Lorena tidak hanya mencakup transportasi penumpang dan barang. Ketika harga BBM naik dan terjadi pelemahan rupiah, justru usaha lain yang dinilai lebih untung. Meski begitu, kata Eka, Lorena tetap mempertahankan bisnis pertamanya yakni transportasi penumpang dan barang.

"Saya yakin dan optimistis ini bisa bertahan, karena begitu banyak penumpang Lorena di tahun 1970-an menggunakan layanan kami sehingga kami bisa membangun banyak bisnis barunya saat ini," imbuhnya.

IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Editorial Team

Related Article