Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BUMN Pembuat Si Unyil Bakal Luncurkan Bioskop Sinewara Tahun Depan
Kantor pusat PT Produksi Film Negara (PFN) di Jakarta Timur. (dok. PFN)
  • PFN menargetkan peluncuran bioskop negara bernama Sinewara pada 2027, dengan lokasi perdana di kantor pusat PFN, Otista, Jakarta, sebagai proyek percontohan.
  • Proyek Sinewara masih dimatangkan agar siap dirilis, sementara sejumlah pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan PFN terkait kemungkinan pembukaan bioskop di wilayahnya.
  • Sinewara dirancang memperluas akses bioskop yang kini terkonsentrasi di Jawa; PFN mencatat Indonesia memiliki 505 bioskop dan 2.401 layar, serta ingin menjadi rumah aman film lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
PFN yang dulu membuat Si Unyil mau membuka bioskop baru bernama Sinewara tahun depan. Pak Ifan Seventeen bilang bioskop ini masih disiapkan. Sinewara pertama akan dibuat di kantor PFN di Otista. Banyak bioskop sekarang ada di Jawa. PFN ingin lebih banyak daerah punya bioskop untuk film Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN, Riefian Fajarsyah membeberkan kabar terbaru proyek bioskop negara Sinewara.

BUMN pembuat serial film anak-anak Si Unyil itu akan meluncurkan bioskop bernama Sinewara tahun depan.

“Insyaallah tahun depan,” kata Riefian alias Ifan Seventeen di kantor BP BUMN, Jakarta, Senin (17/8/2026).

1. Pemda berminat

Ifan mengatakan, beberapa pemerintah daerah (Pemda) sudah berkoodinasi dengan PFN terkait pembukaan Sinewara.

“Sudah ada beberapa kabupaten, kepala daerah sudah ada yang beberapa berkomunikasi dengan saya,” ucap Ifan.

2. Masih dimatangkan

Hingga saat ini, proyek Sinewara masih dalam proses persiapan, agar saat diluncurkan siap untuk menghibur masyarakat.

“Sinewara still on progress, masih dalam penggodokan, kita mematangkan dulu agar produk ini begitu keluar sudah menjadi produk yang matang dan siap dirilis. Jadi still on process. Bismillah,” tutur Ifan.

3. Mau perluas jangkauan bioskop di Indonesia

PFN berencana membangun Sinewara berangkat dari isu sebaran bioskop yang mayoritas ada di Pulau Jawa. Berdasarkan data PFN yang disampaikan dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI pada pertengahan Februari 2026 lalu, Indonesia baru memiliki 505 bioskop, yang terdiri dari 2.401 layar.

Sebarannya mayoritas di Pulau Jawa. Secara persentase, 70 persen bioskop ada di Jawa, 15 persen di Sumatra, dan 5 persen di Kalimantan.

“Harusnya Indonesia mempunyai 20 ribu layar. Yang menjadi target setengahnya, let’s say 10 ribu layar. Sedangkan dari data yang kami punya sekarang, di negara kita sekarang hanya punya sekitar 2.400. Di mana balik lagi, tingkat penyebarannya sangat tidak rata,” kata Ifan.

Sebagai uji coba proyek bioskop negara, PFN akan membangun Sinewara pertama di kantor pusat perusahaan.

Road map daripada PFN ke depan, PFN akan mendirikan bioskop negara pertama yang bernama Sinewara yang berlokasi di Otista, itu di PFN. Ini sebagai pilot project untuk bioskop negara pertama,” ujar Ifan.

Selain itu, PFN juga mendorong pemda untuk membuka bioskop negara di wilayahnya, dan bertindak sebagai pemegang saham.

“Semoga ini bisa menjadi stimulan dan juga trigger untuk daerah-daerah lain mengembangkan bioskop negara ini, dengan cara bergabung menjadi salah satu shareholder,” kata Ifan.

Sinewara dirancang untuk bisa menjadi rumah yang aman bagi film-film dari Tanah Air.

Curated For You

Editorial Team

Related Article