Peretasan terhadap Binance pada 29 Oktober 2026 menjadi salah satu pencurian terbesar dalam sejarah industri kripto. Serangan tersebut menyebabkan aset digital senilai sekitar US$6,34 miliar berpindah dari dompet yang dikelola bursa kripto tersebut. Investigasi Binance menemukan bahwa pelaku menggunakan berbagai cara, mulai dari perangkat lunak berbahaya hingga wawancara kerja palsu untuk menyusup ke sistem internal perusahaan.
Serangan ini berlangsung selama beberapa bulan dan melibatkan sejumlah perangkat milik karyawan Binance. Pelaku tidak langsung membobol sistem transaksi, tetapi terlebih dahulu mengumpulkan informasi dan mendapatkan akses melalui perangkat para engineer. Berikut empat tahapan utama yang menjelaskan bagaimana cara hacker bobol Binance.