Jakarta, IDN Times - DANA, aplikasi dompet digital (e-wallet) terus melakukan edukasi pada penggunanya tentang bagaimana menghadang potensi penipuan, sehingga tak menjadi korban.
CEO DANA, Vince Iswara, dalam sesi “Code of Trust: Cybersecurity in a Cashless Generation" pada Indonesia Summit 2026 yang digelar di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026), mengatakan, pihaknya melakukan edukasi melalui berbagai saluran, tak hanya media sosial, tapi juga langsung ke daerah-daerah.
“Kita sangat gencar melakukan juga edukasi ke masyarakat. Yang satu tadi kita melakukan di TV, kita melakukan di Youtube, di sosial media, Jebakan Badman, kita juga posko bantuan keliling. Jadi kita ada mobil gitu bener-bener kelilingin satu Indonesia,” ucap Vince.
Selain itu, aplikasi DANA dilengkapi fitur proteksi 100 persen, yaitu DANA Protection. Melalui fitur itu, pengguna bisa mengecek suatu akun apakah akun resmi atau spam. DANA juga akan memberikan sejumlah tips yang mungkin diperlukan pengguna ketika teridentifikasi aktivitas ilegal.
“Di DANA Proteksi itu, kalau misalnya ada link-link, ada telepon yang Anda gak sure itu, ini apakah saya kena scam atau gak, masukin nomor handphone-nya di situ, di cek di DANA Protection,” tutur Vince.
Untuk fitur proteksi ini, DANA bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dalam hal pemanfaatan data kependudukan, untuk proses verifikasi data pengguna dan validasi layanan (proses Know Your Customer/KYC).
Proses KYC dipakai untuk mengidentifikasi pengguna yang mencoba memakai akun DANA. Dengan begitu, DANA bisa mengantisipasi upaya pemalsuan data hingga menghindarkan kemungkinan penyalahgunaan data yang menyalahi kebijakan DANA.
DANA juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk proses pemeriksaan nomor di aplikasi DANA yang berpotensi penipuan.
“Itu sudah integrasi juga dengan Komdigi, itu juga integrasi dengan database kami tentang nomor-nomor yang sudah pernah melakukan penipuan,” ujar Vince.
“Jadi kalian bisa ngecek apakah ini nomor ini, nomor handphone, link website, link e-commerce, itu bisa dimasukin di situ semua, dan kita bisa kasih tau apakah link ini aman atau tidak. Jadi kita tuh sebenarnya banyak platform edukasi seperti itu,” sambung dia.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
