Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Data BPS menunjukkan Indonesia mengekspor 12.411,6 ton CPO dan turunannya ke Israel sepanjang Januari–September 2026, senilai 14,61 juta dolar AS.

  • Volume ekspor CPO ke Israel pada Januari–September 2026 turun 5,85 persen secara tahunan, sementara nilainya menurun 9,77 persen dibanding periode sama 2025.

  • Zulfikar Rakhmat meminta pemerintah menghentikan perdagangan sawit dengan Israel, memperketat pelacakan tujuan akhir ekspor, serta membuka data perdagangan secara rutin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Indonesia masih mengirim minyak sawit ke Israel. Dari Januari sampai September 2026, jumlahnya 12.411 ton. Nilainya sekitar Rp261 miliar. Jumlah ini lebih sedikit dari tahun 2025. Zulfikar Rakhmat meminta pemerintah menghentikan jual beli itu. Ia juga ingin barang Indonesia tidak dikirim diam-diam ke Israel lewat negara lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kuatnya solidaritas publik terhadap Palestina, data BPS yang terbuka memberi ruang bagi pengawasan yang lebih jelas atas hubungan perdagangan Indonesia dengan Israel. Penurunan volume dan nilai ekspor CPO secara tahunan, serta tren menurun sejak 2023, menunjukkan bahwa isu ini dapat dinilai berdasarkan fakta dan menjadi perhatian nyata dalam perdebatan publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina masih berlanjut.

Pada Selasa (27/10/2026) lalu, Israel mengirimkan rentetan serangan militer ke Palestina, yang menewaskan lima warga dan melukai 32 orang lainnya di Jalur Gaza.

Rangkaian serangan tersebut berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan umum parlemen Israel. Rentetan serangan pengeboman dan penembakan tersebut dilaporkan melanda berbagai wilayah Jalur Gaza, mulai dari utara, tengah, hingga selatan.

Dalam upaya melawan Genosida Israel, berbagai negara menyuarakan pembebasan Palestina. Masyarakat sejumlah negara, termasuk Indonesia mengutuk tindakan Israel. Gerakan boikot Israel, dan juga pihak-pihak yang terlibat dengan Israel masih terus disuarakan.

Seiringan dengan itu, Direktur Desk China-Indonesia dan Indonesia-Middle East Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Zulfikar Rakhmat menyoroti kegiatan perdagangan antara Indonesia dengan Israel masih berlanjut.

Salah satunya melalui komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) beserta turunannya yang masih diekspor ke Israel.

Benarkah informasi tersebut? Cek faktanya di sini.

1. RI ekspor 12 ribu ton CPO ke Israel sepanjang 2026

ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengekspor 12.411,6 ton CPO dan produk turunannya (kode HS 15) ke Israel sepanjang Januari-September 2026.

Adapun nilai ekspornya mencapai 14,61 juta dolar Amerika Serikat (AS). Jika dikonversikan dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada September 2026 yang sebesar Rp17.877 per dolar AS, maka Indonesia meraup Rp261,18 miliar dari ekspor tersebut.

2. Turun dibandingkan 2025

ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Ekspor CPO dan produk turunannya ke Israel telah dilakukan sejak lama. Pada Januari-September 2025, Indonesia mengekspor 13.755,9 ton CPO dan produk turunannya ke Israel.

Nilai ekspornya sebesar 15,52 juta dolar AS atau setara Rp259,02 miliar jika dikonversi dengan kurs rupiah terhadap dolar AS pada 30 September 2025 yang sebesar Rp16.692 per dolar AS.

Volume ekspor CPO pada Januari-September 2026 turun 5,85 persen dibandingkan Januari-September 2025 atau secara year on year (yoy). Adapun realisasi nilai ekspornya turun 9,77 persen (yoy).

Melihat data tersebut, maka informasi terkait Indonesia masih mengekspor CPO ke Israel adalah fakta.

3. Pemerintah diminta setop ekspor sawit ke Israel

Ilustrasi Tandan Buah Segar (TBS) sawit. (Saddam Husein for IDN Times)

Zulfikar menyoroti, ekspor CPO dan produk turunannya ke Israel terus menurun sejak 2023. Namun, aktivitas perdagangan itu masih ada.

Zulfikar meminta pemerintah bertindak dalam menghentikan perdagangan dengan Israel. Menurutnya, Malaysia sudah bertindak lebih dahulu.

“Pada Desember 2023, negara tersebut melarang kapal-kapal Israel bersandar di pelabuhannya. Malaysia juga menghentikan kapal apa pun yang menuju Israel untuk memuat kargo di sana. Sebaliknya, Indonesia masih mengizinkan perusahaan pelayaran ZIM asal Israel masuk ke pelabuhan,” tulis Zulfikar dalam artikel opini yang ditayangkan oleh Middle East Monitor.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia bisa melancarkan boikot ke Israel melalui cara. Pertama, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melarang ekspor CPO dan produk turunannya ke Israel.

Kedua, eksportir harus menyatakan tujuan akhir barang-barang mereka, sehingga produk yang diekspor tidak diam-diam transir melalui Singapura atau Hong Kong, kemudian dikirim ke Israel. Perusahaan yang melanggar kebijakan juga harus dicabut izin ekspornya.

Usulan ketiga ialah pengungkapan data tujuan ekspor termasuk penjualan melalui perantara oleh produsen CPO dan produk turunannya di Indonesia, terutama yang skalanya besar.

“Keempat, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus menggelar dengar pendapat umum dan meminta BPS mempublikasikan data perdagangan ini setiap bulan,” tulis Zulfikar.

Dia mengatakan, Israel mungkin masih bisa membeli minyak kelapa sawit dari negara lain. Namun Indonesia tidak lagi terlibat. Bagi negara yang menyatakan berdiri bersama Palestina, hal ini sangatlah penting.

“Menjual minyak ke negara yang menurut penyelidikan PBB sedang melakukan genosida tidak sejalan dengan nilai-nilai yang tertulis dalam Undang-Undang Dasar. Sudah saatnya untuk berhenti,” tulis Zulfikar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article