Jakarta, IDN Times - Industri perbankan digital Indonesia diproyeksikan masih mengalami sejumlah tantangan pada 2026. Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengungkapkan, secara umum tantangan tersebut datang dari sisi domestik dan global.
Dari sisi domestik, daya beli masyarakat yang lesu masih menjadi masalah. Kemudian dari sisi global, ada gejolak seperti perang, naiknya harga minyak, dan sebagainya.
"Itu sangat berpengaruh terhadap kinerja dari bank digital ataupun perbankan secara umum," ujar Huda dalam acara Digital Banking & Economic Outlook 2026 di Kantor Pusat Amar Bank, Selasa (10/3/2026).
