Jakarta, IDN Times – Pemerintah China resmi menggulirkan paket kebijakan balasan ekonomi terhadap Amerika Serikat (AS) pada Rabu (5/8/2026) yang mencakup pengetatan ekspor pesawat tanpa awak (drone), larangan kerja sama dengan sejumlah entitas AS, serta penjinauan keamanan nasional terhadap peralatan kantor impor tertentu. Otoritas China menyebut langkah itu sebagai respons yang terkendali, sembari memperingatkan masih ada kemungkinan tindakan tambahan apabila Washington tetap melanjutkan kebijakan pembatasan terbaru.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) China menyampaikan bahwa kebijakan defensif tersebut diambil sebagai respons atas tekanan yang terus datang dari Washington.
“Langkah-langkah tersebut secara serius melanggar konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara dan sangat merugikan hak serta kepentingan sah China. China tidak punya pilihan selain mengambil tindakan balasan yang diperlukan sebagai respons,” tegas pihak kementerian, dikutip NBC News.
