Jakarta, IDN Times - Pemerintah China bersama perusahaan teknologi raksasa seperti Huawei dan Tencent mengalihkan pembangunan kompleks pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence) ke wilayah pedesaan di bagian barat negeri tersebut. Langkah strategis ini diambil demi memanfaatkan kelimpahan pasokan energi terbarukan dan lahan luas yang belum tergarap di wilayah pedesaan. Kebijakan nasional yang gencar dijalankan ini bertujuan untuk menopang kebutuhan komputasi digital yang melonjak drastis akibat pesatnya pengembangan teknologi masa depan.
Pembangunan infrastruktur besar-besaran ini berfokus di kawasan pegunungan seperti Provinsi Guizhou sejak beberapa tahun terakhir. Melalui strategi nasional bernama Eastern Data Western Computing yang diluncurkan sejak 2021, pemerintah mengolah data komputasi dari wilayah pesisir timur yang padat di wilayah barat yang lebih sepi. Upaya tersebut sekaligus menekan risiko defisit energi listrik dan menyerap kelebihan pasokan daya dari pembangkit listrik tenaga surya maupun angin.
