ilustrasi Amsterdam, Belanda, Eropa, turis (unsplash.com/Ansgar Scheffold)
Belanda melengkapi lima besar dengan tingkat penggantian pensiun sebesar 74,7 persen. Angka ini berarti manfaat pensiun yang diproyeksikan berada jauh di atas rata-rata OECD dan hanya terpaut 0,1 poin persentase dari Kolombia.
Belanda juga menjadi salah satu negara yang punya kombinasi menarik antara tingkat penggantian pensiun yang tinggi dan tingkat kemiskinan lansia yang rendah. Data dalam materi perbandingan menunjukkan tingkat kemiskinan lansia di Belanda berada di sekitar 4,6 persen.
Setelah lima besar, masih ada sejumlah negara dengan tingkat penggantian yang relatif tinggi. Austria berada di 74,1 persen, Denmark 72,7 persen, Portugal 72,4 persen, Italia 70,6 persen, dan Meksiko 69,6 persen, sedangkan Türkiye mencapai 69,1 persen. Di sisi lain, Lithuania berada paling bawah dengan 17,4 persen, disusul Irlandia 24,3 persen, Polandia 28,6 persen, dan Estonia 29,3 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pengalaman kamu saat memasuki masa pensiun bisa sangat berbeda tergantung sistem yang berlaku di negara tempatmu bekerja.
Dari perbandingan tersebut, Spanyol jelas menjadi negara yang paling menonjol dengan tingkat penggantian pensiun sebesar 80,4 persen. Yunani, Luksemburg, Kolombia, dan Belanda kemudian menyusul dengan angka di atas 74 persen. Sementara itu, rata-rata OECD hanya berada di 52 persen, sehingga sebagian negara dalam daftar punya tingkat penggantian yang jauh lebih tinggi maupun lebih rendah dari angka tersebut.
Namun, kamu juga perlu melihat angka ini dengan konteks yang tepat. Pension replacement rate bukanlah jumlah uang pensiun yang diterima secara mutlak, melainkan persentase penghasilan sebelum pensiun yang diproyeksikan dapat digantikan oleh manfaat pensiun. Selain itu, perhitungan ini gak memasukkan tabungan pensiun sukarela, sehingga kondisi finansial seseorang saat pensiun tetap dipengaruhi oleh tabungan pribadi, investasi, dan sumber pendapatan lainnya.
Jadi, kalau kamu sedang memikirkan masa tua, jangan cuma berharap pada uang pensiun, tapi mulai siapkan sumber penghasilan lain sejak masih punya waktu panjang untuk menabung.