Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir. H. Djuanda di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. (dok. Perum Jasa Tirta II)
Penurunan TMA dapat menyebabkan turbulensi pada PLTA, sehingga perusahaan berencana menghentikan sementara operasional satu unit PLTA. Selama penghentian sementara itu, PJT II akan melakukan pemeliharaan.
"Untuk tahun ini, kami sudah bersiap, bahwa nanti kalau di akhir bulan ini, kami harus mengistirahatkan satu unit," kata Anton.
Pemeliharaan mencakup aspek mekanikal dan elektrikal. Meski begitu, Anton mengatakan pihaknya belum memutuskan unit mana yang akan menjalankan pemeliharaan tersebut.
Adapun tahun ini kemarau diprediksi berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan, dari periode normal hanya lima sampai enam bulan. Anton mengatakan, kemarau panjang adalah fenomena iklim yang terjadi berulang setiap empat sampai lima tahun.
"Tahun ini memang hujan yang biasanya turun di September-Oktober, insya Allah akan turun di akhir bulan ini atau di awal November," tutur Anton.