Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membantah kabar yang menyebut pihaknya akan memiliki saham Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 40 persen setelah demutualisasi.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan porsi saham yang sedang dibicarakan untuk Danantara berada di kisaran 5-10 persen. Pembahasan itu dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan aturan mengenai pemegang saham bursa.
"Kita lagi bicarakan, tapi mungkin antara 5 sampai 10 persen," kata Rosan kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
