Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Danantara-RDIF, Jalan Prabowo Perkuat Investasi Indonesia-Rusia
Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato kunci di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok pada 2026. (Dokumentasi Biro Pers Istana)
  • Presiden Prabowo Subianto mendorong kolaborasi Danantara dan RDIF untuk mempertemukan modal Indonesia serta Rusia.
  • Prabowo menyebut Danantara memiliki aset kelolaan sekitar 1 triliun dolar AS dan dapat menjadi mitra investasi bagi Rusia.
  • Kerja sama investasi berpeluang mencakup energi, teknologi, infrastruktur, dan sektor ekonomi lain, meski proyek spesifik belum dirinci.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kolaborasi Danantara-RDIF perlu diprioritaskan?
Vote Now
  • What?
    Prabowo mendorong kerja sama investasi antara Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF).
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, Danantara, dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) terlibat dalam gagasan kolaborasi investasi.
  • Where?
    Gagasan itu disampaikan dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia.
  • When?
    per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Untuk mempertemukan modal Indonesia dan Rusia, membiayai proyek strategis, serta memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
  • How?
    Melalui penghubungan Danantara dan RDIF sebagai lembaga investasi yang mendukung pembiayaan proyek bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kolaborasi Danantara-RDIF perlu diprioritaskan?
Vote Now

Presiden Prabowo Subianto ingin Danantara dan RDIF bekerja sama. Danantara dari Indonesia, sedangkan RDIF dari Rusia. Mereka bisa mempertemukan uang dari dua negara untuk proyek penting. Prabowo menyampaikan ide ini di Vladivostok, Rusia. Proyek yang akan dibiayai belum disebutkan satu per satu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kolaborasi Danantara-RDIF perlu diprioritaskan?
Vote Now

Kolaborasi Danantara dan RDIF membuka ruang bagi modal dari Indonesia dan Rusia untuk bertemu dalam pembiayaan proyek strategis. Kapasitas Danantara yang disebut mencapai sekitar 1 triliun dolar AS dapat mendukung posisi Indonesia sebagai mitra investasi. Kerja sama ini juga mencakup peluang di energi, teknologi, infrastruktur, dan sektor ekonomi lainnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kolaborasi Danantara-RDIF perlu diprioritaskan?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kerja sama investasi antara Indonesia dan Rusia melalui kolaborasi Danantara dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF). Gagasan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia.

Menurut Prabowo, kedua lembaga investasi tersebut dapat memainkan peran dalam mempertemukan modal Indonesia dan Rusia untuk membiayai berbagai proyek strategis.

Prabowo menyebut Danantara memiliki aset yang dikelola atau assets under management (AUM) sekitar satu triliun dolar AS. Besarnya kapasitas tersebut, menurut dia, membuka ruang bagi Indonesia untuk menjadi mitra investasi yang lebih besar bagi Rusia.

1. Danantara diklaim punya AUM hingga Rp17.615 triliun

Ilustrasi : Wisma Gedung Danantara Indonesia. (Dok. Danantara)

Dalam pidatonya, Prabowo menempatkan Danantara sebagai salah satu instrumen penting dalam pengembangan investasi Indonesia. Lembaga tersebut diharapkan dapat membantu mengonsolidasikan dan mengarahkan modal Indonesia ke berbagai proyek strategis.

Prabowo menyebut kapasitas Danantara mencapai sekitar satu triliun dolar AS dalam AUM. Dengan kapasitas tersebut, dia melihat peluang untuk menghubungkan Danantara dengan RDIF sebagai lembaga investasi Rusia.

Kerja sama tersebut tidak semata-mata diarahkan pada hubungan antarlembaga, tetapi juga pada upaya mempertemukan sumber pembiayaan dengan proyek yang membutuhkan investasi. Indonesia dan Rusia memiliki peluang kerja sama di berbagai sektor yang membutuhkan modal besar serta komitmen jangka panjang.

Prabowo pun mengajak Rusia untuk melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar tujuan produk, tetapi juga sebagai mitra investasi. Menurut dia, penguatan investasi dapat membuat hubungan ekonomi kedua negara menjadi lebih dalam dan berkelanjutan.

2. RDIF jadi jembatan investasi Rusia

ilustrasi bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)

RDIF merupakan salah satu instrumen investasi Rusia yang dapat berperan dalam mendukung pembiayaan proyek. Dalam konteks hubungan Indonesia-Rusia, Prabowo melihat RDIF dan Danantara dapat menjadi penghubung bagi modal dari kedua negara.

Kolaborasi semacam itu memungkinkan pembiayaan proyek tidak hanya mengandalkan hubungan perdagangan bilateral. Investasi dapat diarahkan ke sektor-sektor yang membutuhkan pendanaan besar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaitkan kerja sama investasi tersebut dengan kebutuhan untuk membangun hubungan ekonomi yang lebih kuat di tengah perubahan ekonomi global. Dia menilai negara-negara perlu memperkuat kemitraan dan membangun lebih banyak jalur kerja sama agar tidak terlalu bergantung pada satu sumber atau satu jaringan ekonomi.

Gagasan tersebut juga sejalan dengan pendekatan Indonesia yang ingin mempertahankan hubungan ekonomi dengan berbagai mitra. Prabowo menegaskan Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif serta tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun, tetapi terbuka terhadap aliansi ekonomi.

3. Peluang pembiayaan proyek strategis

Presiden Prabowo Subianto (kiri) ketika berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum mengikuti jamuan makan siang di Vladivostok pada September 2026. (Dokumentasi Biro Pers Istana)

Kerja sama Danantara dan RDIF berpotensi menjadi salah satu kanal untuk mengembangkan proyek bersama Indonesia-Rusia. Namun, dalam pidatonya, Prabowo tidak merinci proyek spesifik apa saja yang akan langsung dibiayai melalui kedua lembaga tersebut.

Peluang kerja sama investasi dapat berkaitan dengan sejumlah bidang yang sebelumnya disebut Prabowo sebagai ruang pengembangan hubungan bilateral, termasuk energi, teknologi, infrastruktur, dan sektor ekonomi lainnya.

Pendekatan berbasis investasi juga dapat memberikan dimensi baru bagi hubungan Indonesia-Rusia. Jika perdagangan berfokus pada arus barang dan jasa, investasi memungkinkan kedua negara terlibat dalam pengembangan proyek serta penciptaan nilai ekonomi dalam jangka panjang.

Bagi Indonesia, kehadiran lembaga seperti Danantara juga dapat menjadi instrumen untuk menarik modal dan mitra internasional ke proyek nasional. Sementara bagi Rusia, kerja sama dengan lembaga investasi Indonesia dapat membuka akses ke peluang proyek dan pasar yang lebih luas di Asia Tenggara.

Prabowo dalam pidatonya menekankan pentingnya membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Karena itu, gagasan menghubungkan Danantara dan RDIF tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari agenda yang lebih besar untuk memperluas kerja sama investasi dan memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Rusia.

Jika ditindaklanjuti secara konkret, kolaborasi kedua lembaga tersebut dapat menjadi salah satu mekanisme untuk menerjemahkan kedekatan politik Indonesia dan Rusia ke dalam proyek ekonomi. Tantangan berikutnya adalah menentukan sektor prioritas, struktur pembiayaan, serta proyek yang memenuhi kepentingan kedua negara.

Sampaikan pilihanmu soal kolaborasi Danantara-RDIF

Apakah kolaborasi Danantara-RDIF perlu diprioritaskan?

See More
Perlu diprioritaskan
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu diprioritaskan

Curated For You

Editorial Team

Related Article