Denny S. Adji: Dari ‘Bankir Lapangan’ BRI hingga Plt Sekper IFG

- Denny S. Adji, Executive Advisor dan Plt Sekretaris Perusahaan IFG sejak 2024, memulai karier di BRI pada 1987 dengan pendekatan antropologi untuk mengenalkan perbankan kepada komunitas.
- Selama 29 tahun di BRI hingga menjadi Inspektur, Denny kemudian menjabat Sekretaris Perusahaan Askrindo pada 2018 dan menerapkan pendekatan sosial-budaya dalam berbagai fungsi bisnis serta manajemen.
- IFG memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan respons keluhan untuk membangun kepercayaan publik, sambil menjalankan konsolidasi asuransi-penjaminan BUMN tahap pertama yang ditargetkan selesai Desember 2026.
Jakarta, IDN Times - Memegang gelar Sarjana Antropologi di dunia keuangan ternyata bukanlah sesuatu yang tidak relevan, tapi menjadi bekal yang baik.
Itulah yang dirasakan oleh Denny S. Adji yang kini menjabat sebagai Executive Advisor sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Perusahaan (Sekper) Indonesia Financial Group (IFG).
IFG adalah Holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi yang didirikan pada 22 Oktober 2020. Adapun Denny bergabung dengan IFG sejak 2024.
Perjalanan Denny dimulai dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada 1987. Meski bukan datang dari dunia keuangan, ilmu antropologi yang dia pelajari di Universitas Indonesia (UI) justru membuat dirinya dipercaya oleh BRI untuk blusukan ke daerah, memperkenalkan cara menabung di bank ke masyarakat.
“Jadi mengajak orang jadi nasabah di bank, tapi pendekatannya menggunakan pendekatan ilmu sosial. Jadi saya masuk ke ibu-ibu pengajian, pendekatan komunitas-lah kalau sekarang itu, kan. Kemudian saya masuk ke kelompok-kelompok agama, baik kristiani, budha,” ujar Denny saat ditemui IDN Times, dikutip Rabu (14/10/2026).
1. Berkarier di BRI selama 29 tahun

Kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) di Jakarta. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Denny berkarier di BRI selama 29 tahun, tepatnya sampai 2016. Jabatan terakhirnya di BRI adalah Inspektur. Tugasnya melakukan audit internal di daerah.
Kemudian, pada 1 Maret 2018, Denny diberikan amanah untuk menjadi Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Perusahaan pelat merah itu kini tercatat sebagai anggota IFG.
Meski telah mengantongi gelar Master of Business Administration (Magister Administrasi Bisnis) dari Saint Louis University, Missouri, Amerika Serikat (AS) pada 1996, Denny merasa latar belakang ilmu antropologinya selalu bermanfaat di bidang apapun yang dijalankannya.
“Saya selalu memanfaatkan latar belakang ilmu antropologi dengan pendekatan holistik sosial budaya pada setiap posisi jabatan yang diemban, baik ketika menjabat di bidang bisnis Kabag dan Wapinwil, maupun bidang manajemen, executive advisor, expert lecturer, auditor, sekretaris perusahaan,” kata Denny.
Denny mengatakan, pendekatan holistik sangat bermanfaat untuk melengkapi pendekatan dari sisi ekonomi, pemasaran, risk management, dan human capital.
“Sehingga akan diperoleh pemahaman yang lebih luas saat menyusun strategi, program kerja, maupun implementasinya, misalnya customer behaviour, customer relation management, risk management, mengelola sumber daya manusia, dan sebagainya,” kata Denny.
2. Bangun kepercayaan masyarakat ke IFG dengan terapkan best practice

Executive Advisor sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Perusahaan (Sekper) Indonesia Financial Group (IFG), Denny S. Adji. (dok. IFG) Di IFG, Denny dan tim secara intens berupaya kembali membangun kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap asuransi dan penjaminan BUMN.
Denny mengatakan, konsolidasi di tubuh asuransi dan penjaminan BUMN merupakan salah satu upayanya.
“Konsolidasi itu kita berusaha untuk menata bisnis lebih baik, dengan prinsip-prinsip best practice. Tata usahanya dibenerin, manajemen risikonya lebih dikencangkan, prudent-nya lebih baik,” ucap Denny.
Denny mengatakan, dengan memperbaiki kualitas dari sisi tata kelola perusahaan, dia meyakini kepercayaan masyarakat akan semakin kuat.
IFG juga terus memperkuat sisi pelayanan konsumen, terutama apabila ada keluhan yang masuk, penanganannya harus cepat.
“Sekarang itu misalnya komplain premi, harus cepat. Kalau dulu bertele-tele. Kalau sekarang begitu semuanya terpenuhi, melalui handphone pun langsung bisa. Dan itu harus dibuktikan, antara yang dijanjikan dengan pelayanan yang diberikan memang harus sesuai,” tutur Denny.
3. Kawal program konsolidasi BUMN asuransi

Executive Advisor sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Perusahaan (Sekper) Indonesia Financial Group (IFG), Denny S. Adji. (dok. IFG) Denny mengatakan, saat ini IFG berdiri dengan 10 anak usaha dan 6 cucu usaha. Setelah konsolidasi, yang tersisa hanya bisnis asuransi umum konvensional serta asuransi umum syariah, asuransi jiwa dan jiwa syariah, serta penjaminan umum dan suariah.
“Kami diberikan mandat oleh Danantara untuk melakukan konsolidasi di lingkungan usaha asuransi dan penjaminan, baik di lingkungan ekosistem IFG, maupun di lingkungan ekosistem Danantara,” kata Denny.
Denny mengatakan, untuk konsolidasi tahap pertama ditargetkan rampung akhir Desember 2026 ini.
“Tahap pertama harus selesai Desember, ya, mudah-mudahan. Banyak tantangannya,” ujar Denny.
Melalui berbagai upayanya yang dilakukan dengan bekal ilmu yang dimiliki, Denny berharap bisa terus menjalankan perannya sebagai Sekper IFG dengan baik.
Denny mengatakan, dirinya selalu ingin menjadi daun, yang selalu memberikan manfaat pada setiap tahap kehidupan.
“Saya ingin menjadi daun yang selalu memberi manfaat pada setiap tahap kehidupan, mulai dari tumbuh sampai kering dan jatuh ke tanah tetap bisa memberi manfaat. Saat jatuh ke tanah pun menjadi kompos yang berharga,” ucap dia.




















