Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dolar AS Dibayangi Kondisi Ekonomi yang Lesu, Rupiah Menguat Pagi Ini

Dolar AS Dibayangi Kondisi Ekonomi yang Lesu, Rupiah Menguat Pagi Ini
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka menguat 34 poin ke Rp18.077 per dolar AS, lalu sempat menguat 58 poin ke Rp18.053 pada 20 menit awal perdagangan Jumat.
  • Penguatan rupiah didorong pelemahan dolar AS setelah pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2026 hanya 1,5 persen, di bawah perkiraan ekonom 1,8-2,1 persen.
  • Analis Lukman Leong memperkirakan penguatan rupiah terbatas akibat eskalasi Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan sentimen domestik lemah, dengan kisaran Rp18.000-Rp18.050.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Jumat (31/7/2026).

Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah dibuka menguat 34 poin atau 0,19 persen ke Rp18.077 per dolar AS. Kemarin, Kamis (30/7), rupiah ditutup melemah 38 poin atau 0,21 persen ke Rp18.111 per dolar AS.

1. Pergerakan rupiah hari ini

Pada ke-20 menit perdagangan, kurs rupiah masih menguat 58 poin atau 0,32 persen ke Rp18.053 per dolar AS.

Namun, menurut data Trading Economics, pada pukul 09.25 WIB, rupiah melemah tipis, yakni 0,01 persen ke Rp18.049,5 per dolar AS.

2. Pertumbuhan ekonomi AS di bawah perkiraan

Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, rupiah berpotensi menguat dikarenakan dolar AS dibayangi sentimen negatif dengan rilisnya data pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2026, hanya tumbuh 1,5 persen. Angka tersebut di bawah prediksi sejumlah ekonom, yakni memproyeksi di kisaran 1,8-2,1 persen.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yg melemah tajam setelah data inflasi PCE dan PDB AS yg jauh lebih lemah dari perkiraan,” kata Lukman kepada IDN Times.

3. Prediksi pergerakan rupiah hari ini

Meski begitu, Lukman memprediksi penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini akan terbatas, mengingat konflik di Timur Tengah masih mengerek harga minyak dunia.

“Penguatan mungkin tebatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia, serta sentimen domestik yang masih lemah. Range Rp18.000-18.050,” ujar Lukman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More