Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

DPR Minta Impor 105 Mobil India buat Koperasi Merah Putih Ditunda

DPR Minta Impor 105 Mobil India buat Koperasi Merah Putih Ditunda
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebut kemenangan hari ini diraih dengan cara yang tidak mudah. (IDN Times/Amir Faisol).
Intinya Sih
  • DPR melalui Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih, sambil menunggu arahan Presiden Prabowo yang masih di luar negeri.

  • Rachmat Gobel menilai rencana impor tersebut melanggar Asta Cita karena tidak mendukung industri nasional dan berpotensi menghamburkan dana negara yang seharusnya memperkuat ekonomi dalam negeri.

  • Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara menjelaskan impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan distribusi logistik pertanian ke daerah dengan medan sulit, menggunakan kendaraan 4x4 buatan Mahindra dan Tata Motors.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmas meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu mobil pick up dari India untuk keperluan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), mengingat Presiden Prabowo Subianto masih dalam kunjungan ke luar negeri.

Dasco mengatakan, Presiden Prabowo akan membahas detail rencanaan pengadaan mobil pick up tersebut, yang menuai gelombang kritik.

"Rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri," kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dasco meyampaikan, Presiden Prabowo masih akan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. Selain itu, Presiden Prabowo juga akan menampung berbagai aspirasi terkait rencana pengadaan tersebut.

"Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," kata Ketua Harian Partai Gerindra itu.

1. Melanggar Asta Cita Prabowo-Gibran

IDN Times Leadership Forum X INA -IDN Times Leadership Forum X INA HYP06186.jpg
Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Gobel dalam forum IDN Times Leadership Forum X INA. (Dok. IDN Times).

Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel mengatakan, rencana pemerintah mengimpor mobil hingga 105 ribu unit untuk keperluan Koperasi Desa Merah Putih melanggar Asta Cita. Gobel mengingatkan, fiskal dan BUMN harus menjadi instrumen pengungkit ekonomi dan industri nasional, apalagi di tengah ekonomi global yang sedang mengalami kelesuan.

Asta Cita ketiga tertulis, 'Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.’ Sedangkan pada Asta Cita kelima tertulis, ‘Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri’.

Asta Cita ketiga dan kelima saling terkait, yaitu hubungan erat antara lapangan kerja dan industrialisasi. Sementara itu, berdasarkan data, total penjualan berbagai jenis mobil pada 2025 mencapai 803.687 unit, di antaranya adalah jenis pikap yang mencapai 110.674 unit.

Sedangkan untuk truk sedang mencapai sekitar 25 ribu unit. Angka penjualan pada 2025 tersebut turun sekitar 7,2 persen dibandingkan dengan angka penjualan pada 2024. Ini menggambarkan daya beli masyarakat yang turun.

“Rencana impor mobil secara besar-besaran ini dengan menggunakan dana BUMN sama sekali tak mendukung Asta Cita, bahkan melanggar Asta Cita, karena menghamburkan dana negara untuk membiayai tenaga kerja asing dan industri negara lain. Dari setiap produk yang kita beli berarti kita membeli jam kerja orang yang ada di balik produk tersebut. Di sini makna kedaulatan ekonomi yang sesungguhnya," kata Gobel dalam keterangan, Jumat (20/2/2026).

2. Jangan sampai jadi proyek bancakan

IDN Times Leadership Forum X INA -IDN Times Leadership Forum X INA HYP06222.jpg
Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Gobel dalam forum IDN Times Leadership Forum X INA. (Dok. IDN Times).

Lebih jauh, Gobel menyampaikan, industri otomotif nasional telah mampu memproduksi otomotif dengan baik. Walau ia mengakui industri otomotif ini masih merupakan bagian dari industri otomotif pemilik merek di negara lain. Namun, katanya, kandungan dalam negerinya terus ditingkatkan dan juga telah dikerjakan oleh tenaga-tenaga kerja Indonesia.

“Yang harus diingat adalah, dalam prinsip pohon industri, dari satu industri besar ada banyak UMKM yang menjadi penyokongnya. Nah, industri otomotif di Indonesia telah memiliki jaringan after sales services yang baik di seluruh Indonesia. Ini yang menjadi jaminan layanan purna jualnya,” kata Legislator NasDem itu.

Gobel juga mengingatkan bahwa, program Presiden Prabowo yang sangat bagus tentang Koperasi Merah Putih jangan sampai dijadikan proyek.

“Pengadaan mobil untuk KDMP ini mestinya menjadi momentum bagi Pindad untuk membuktikan kemampuannya,” kata dia.

3. Bos Agrinas ungkap alasan impor mobil pikap 105 unit

IMG_0839.jpeg
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) membenarkan kabar impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Agrinas Pangan akan melakukan impor 35 ribu unit mobil pikap 4x4 merek Scorpio buatan Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M). Kemudian, Agrinas Pangan mengimpor 35 ribu unit pikap 4x4 merek Tata Yodha, dan 35 ribu unit truk merek Ultra T.7 buatan Tata Motors.

Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, dua jenis kendaraan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan distribusi logistik, terutama komoditas pertanian ke KDKMP.

“Kenapa kita perlu 4x4? kKrena memang kita perlu untuk digunakan di daerah-daerah yang kondisi lahannya memang sangat menantang. Dan hampir di semua baik di Jawa pun kalau untuk ke sawah-sawah, itu lahannya sangat menantang, sehingga kita perlu mobil 4x4,” ujar Joao saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More