Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Purbaya Yakin 2026 Bisa 6 Persen

- Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 bisa mencapai 6 persen.
- Strategi agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen antara lain memastikan likuiditas tersedia di pasar dan perbaiki iklim investasi.
Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku optimis ekonomi Indonesia pada 2026 bisa 6 persen.
"Saya pikir triwulan pertama tahun ini pertumbuhan yang kemarin akan terus berlangsung. Dan nanti akan semakin cepat di triwulan berikutnya. Kita coba, walaupun di APBN 5,4 persen, ya kita coba dorong ke arah 6 persen kalau bisa untuk tahun 2026 ini," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Purbaya kemudian membeberkan strategi agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen. Purbaya memastikan likuiditas tersedia di pasar, kemudian perbankan bekerja dengan baik.
"Gak ada kesulitan dunia usaha mencari pinjaman perbankan. Dan kedua kita akan dorong kebijakan fiskal, belanjanya tepat waktu di awal tahun ini dan cepat. Terus kita perbaiki terus iklim investasi. Jadi saya gerakkan fiskal, swasta, dan berkoordinasi dengan moneter supaya semuanya berjalan secara optimal. Dan kelihatannya sih bisa berjalan," kata dia.
Sebelumnya, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp23.821,1 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp13.580,5 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).
“Secara kumulatif, perekonomian Indonesia selama tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan (yoy). Pada periode tersebut, PDB Indonesia tercatat sebesar Rp6.147,2 triliun (ADHB) dan Rp3.474,5 triliun (ADHK).
Amalia mengatakan, perkembangan ekonomi Indonesia sejak kuartal I 2021 hingga kuartal IV 2025 menunjukkan tren pemulihan dan penguatan yang konsisten pascapandemik COVID-19.
Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen merupakan pertumbuhan tahunan triwulan IV yang tertinggi sejak pandemik COVID-19,” kata dia.
Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal IV 2025 secara tahunan. Satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi adalah sektor pertambangan.
















