Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Optimistis Ekonomi Tumbuh Dekati 6 Persen, Purbaya: Gak Usah Khawatir

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Menteri Keuangan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati 6 persen tahun ini.
  • Purbaya Yudhi Sadewa yakin stimulus pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi, dan investasi swasta akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  • Purbaya memastikan belanja kementerian/lembaga tepat waktu dan memberikan insentif pada Ramadan untuk dorong pertumbuhan ekonomi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengaku yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mendekati 6 persen pada tahun ini. Sebagaimana diketahui, di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pertumbuhan ekonomi domestik ditargetkan 5,4 persen.

Keyakinan itu diimbangi dengan mendorong belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, hingga investasi. Penempatan saldo anggaran lebih (SAL) Rp200 triliun ke perbankan juga dianggap bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kalau tahun ini saya pastikan stimulus seperti yang ada di sistem, harusnya ekonomi bisa tumbuh mendekati enam persen. Jadi Anda gak usah khawatir," kata Purbaya, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, Purbaya juga memastikan investasi pihak swasta bisa berjalan dengan baik dan hal itu bisa menjadi bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Jadi kita akan pastikan swasta, private sector pemerintah berjalan dengan baik. Saya monitor dari bulan ke bulan mesin pertumbuhan ekonomi kita seperti apa. Jalan semua atau ada yang macet. Kalau ada yang macet, saya akan lapor ke Pak Presiden supaya bisa dijalankan kalau perlu," tutur dia.

Lebih lanjut Purbaya bakal memastikan belanja kementerian/lembaga tepat waktu pada awal 2026. Bukan hanya itu, perbaikan daya beli juga akan dilakukan dengan memberikan masyarakat insentif pada Ramadan yang masuk kuartal I-2026.

"Nanti untuk triwulan pertama, nanti kan ada bulan puasa, lebaran, dan segala macam, insentif di bulan itu akan kita berikan juga sesuai dengan perintah presiden. Jadi di triwulan pertama ini akan kita dorong pertumbuhan lebih cepat dari konsumsi juga utamanya," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Business

See More

Hindari Tarif AS, Meksiko Mau Diam-diam Jual Minyak ke Kuba

06 Feb 2026, 23:55 WIBBusiness