Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gugatan Elon Musk Terhadap OpenAI Resmi Ditolak Hakim AS

Gugatan Elon Musk Terhadap OpenAI Resmi Ditolak Hakim AS
Elon Musk (commons.m.wikimedia.org/Trevor Cokley)

Jakarta, IDN Times - Hakim Distrik Amerika Serikat (AS), Rita Lin, secara resmi menolak gugatan rahasia dagang yang diajukan oleh perusahaan xAI terhadap OpenAI di Pengadilan Federal San Francisco, pada Selasa (24/2/2026). Keputusan hukum ini menjadi sorotan utama industri teknologi dunia karena melibatkan persaingan sengit antara dua raksasa kecerdasan buatan dalam memperebutkan dominasi inovasi di Silicon Valley.

Dalam putusannya, hakim menilai bahwa pihak xAI belum mampu memberikan bukti kuat yang menunjukkan adanya keterlibatan langsung manajemen OpenAI dalam dugaan pencurian kode sumber. Meskipun gugatan tersebut ditolak untuk sementara waktu, pengadilan masih memberikan kesempatan bagi perusahaan milik Elon Musk itu untuk memperbaiki berkas tuntutannya jika ditemukan bukti-bukti baru yang lebih konkret di masa mendatang.

1. Hakim AS ungkap alasan penolakan gugatan xAI terhadap OpenAI

Logo xAI (x.AI)
Logo xAI (x.AI)

Hakim Distrik AS, Rita Lin, mengeluarkan putusan setebal 15 halaman yang menyatakan bahwa xAI gagal membuktikan adanya malapraktik hukum secara sengaja oleh OpenAI. Pengadilan menilai bahwa argumen yang diajukan pihak Elon Musk hanya berfokus pada tindakan individu mantan karyawan, namun tidak menghubungkannya secara langsung dengan perintah atau kebijakan manajemen OpenAI.

"Hal yang sangat mencolok adalah absennya tuduhan mengenai perilaku OpenAI itu sendiri," kata Hakim Lin .

Keputusan ini juga menegaskan bahwa standar pembuktian di California memerlukan hubungan sebab-akibat yang jelas, sehingga bukti komunikasi dengan perekrut melalui aplikasi pesan terenkripsi tidak cukup untuk menyimpulkan adanya konspirasi pencurian kode sumber.

Merespons putusan tersebut, pihak OpenAI menyatakan bahwa langkah hukum yang diambil oleh Elon Musk merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menghambat inovasi mereka.

"Kami menyambut baik keputusan pengadilan. Gugatan yang tidak berdasar ini hanyalah sekadar bagian lain dari kampanye pelecehan yang terus dilakukan oleh Tuan Musk," ungkap perwakilan resmi OpenAI dalam pernyataan publiknya.

2. Hakim AS soroti kurangnya bukti dalam sengketa rahasia dagang xAI dan OpenAI

logo OpenAI
logo OpenAI (unsplash.com/Levart_Photographer)

Sengketa hukum antara xAI dan OpenAI berfokus pada perpindahan delapan mantan insinyur kunci xAI yang bergabung dengan OpenAI dalam periode waktu yang sangat berdekatan. Pihak xAI menuduh para karyawan tersebut telah mengambil kode sumber chatbot Grok dan strategi optimasi pusat data sebelum resmi mengundurkan diri. Meskipun terdapat tuduhan serius mengenai pemindahan kode rahasia ke perangkat pribadi, pengadilan tidak menemukan bukti bahwa OpenAI menginstruksikan atau mengetahui adanya tindakan ilegal tersebut selama proses rekrutmen berlangsung.

Hakim Lin mengamati bahwa walaupun beberapa karyawan mengambil informasi rahasia pada waktu yang bersamaan, tidak ada bukti kuat mengenai penggunaan data tersebut setelah mereka bekerja di OpenAI.

"Memang benar beberapa karyawan mengambil informasi rahasia. Namun tanpa bukti lebih lanjut, hal itu tidak cukup untuk mendukung kesimpulan bahwa OpenAI mendorong pencurian tersebut," ungkap Hakim Lin.

Menanggapi putusan tersebut, Kepala Strategi OpenAI, Jason Kwon, memberikan kritik tajam melalui platform media sosial X terkait motivasi di balik gugatan ini.

"Semua tuduhan tidak berdasar ini hanyalah kelanjutan dari ejekan lamanya saat meninggalkan OpenAI, ketika ia menyebut kami tidak punya peluang untuk sukses. Ia tampaknya sulit menerima kenyataan bahwa kami sebenarnya sama sekali tidak tertarik pada rahasia dagangnya," tulis Kwon.

3. Penolakan gugatan xAI perkuat posisi pendanaan dan rencana strategis OpenAI

Elon Musk sedang menghadiri konferensi pers.
potret Elon Musk (commons.wikimedia.org/Daniel Oberhaus)

Penolakan gugatan hukum oleh pengadilan memberikan dampak besar bagi posisi OpenAI yang saat ini sedang mengamankan pendanaan masif. Berkurangnya ketidakpastian hukum untuk sementara waktu memungkinkan OpenAI lebih fokus pada rencana strategis guna mencapai valuasi perusahaan yang diproyeksikan melampaui 100 miliar dolar AS (Rp1,6 kuadriliun). Pertarungan hukum ini merupakan bagian dari perselisihan yang lebih luas antara Elon Musk dengan Sam Altman dan Microsoft terkait tuduhan pengkhianatan misi awal perusahaan serta penipuan terhadap donatur demi keuntungan komersial.

Meskipun xAI diberikan batas waktu hingga 17 Maret 2026 untuk memperbaiki gugatannya, banyak ahli hukum menilai standar bukti yang diminta hakim akan sulit dipenuhi tanpa data komunikasi internal dari pihak OpenAI. Jika xAI gagal memberikan bukti baru, maka persengketaan rahasia dagang ini kemungkinan besar akan berakhir secara permanen di tingkat pengadilan distrik.

Sumber

https://www.dailyjournal.com/articles/389958-xai-s-lawsuit-against-openai-dismissed-with-leave-to-amend

https://timesofindia.indiatimes.com/technology/tech-news/judge-dismisses-elon-musks-lawsuit-against-openai-which-the-company-claims-is-part-of-his-ongoing-campaign-of-harassment/articleshow/128770631.cms

https://finviz.com/news/321357/openai-cso-slams-elon-musks-xais-trade-secret-case-after-court-dismissal-it-was-all-about-him

https://www.chosun.com/english/industry-en/2026/02/25/VA3JPLLMIBGMDDKLU7CACOYNN4/

https://www.techinasia.com/news/us-judge-rejects-xai-trade-secrets-lawsuit-against-openai/amp/

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Putusan Mahkamah AS soal Tarif: Berkah Sementara bagi Asia Tenggara?

28 Feb 2026, 19:38 WIBBusiness