Jakarta, IDN Times - Pernah menemukan harga tiket pesawat atau kamar hotel yang terlihat murah, tetapi total tagihannya naik saat hampir menyelesaikan pembayaran? Praktik seperti ini dikenal sebagai drip pricing.
Drip pricing merupakan strategi penetapan harga yang hanya menampilkan sebagian biaya di awal. Sementara itu, biaya yang wajib dibayar baru dimunculkan pada tahap akhir proses check out. Pola ini banyak ditemui di industri perjalanan dan perhotelan, terutama pada layanan daring.
Dilansir Investopedia, praktik tersebut dapat membuat konsumen kesulitan mengetahui harga sebenarnya sejak awal. Selain menyulitkan saat membandingkan harga, drip pricing juga menjadi perhatian regulator perlindungan konsumen, termasuk di Uni Eropa.
