Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Emas Batangan Lebih Mahal dari Emas Perhiasan? Ini Alasannya!

ilustrasi emas (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi emas (pexels.com/Pixabay)
Intinya sih...
  • Emas batangan dan emas perhiasan memiliki karakter yang berbeda, termasuk kadar kemurnian, campuran logam tambahan, bentuk, desain, fungsi penggunaan, dan nilai jual kembali.
  • Faktor utama yang membuat harga emas batangan lebih tinggi adalah kadar emas yang lebih tinggi, disertai sertifikat resmi, menjadi acuan harga emas, likuiditas lebih tinggi, dan diperuntukkan sebagai instrumen investasi.
  • Menentukan pilihan emas sesuai tujuan keuangan pribadi meliputi tujuan kepemilikan emas, stabilitas nilai jangka panjang, potensi keuntungan investasi, kemudahan transaksi jual beli, dan nilai estetika dan emosional.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia, terutama di tengah kondisi ekonomi yang terus bergerak dinamis dan penuh ketidakpastian. Banyak orang memilih emas sebagai cara menjaga nilai aset karena dianggap lebih aman, mudah dicairkan, serta relatif stabil dibandingkan instrumen investasi lain.

Pilihan emas yang tersedia di pasaran pun cukup beragam, mulai dari emas perhiasan yang lekat dengan fungsi estetika hingga emas batangan yang identik dengan investasi jangka panjang.

Namun, muncul pertanyaan yang kerap dibahas, yaitu kenapa emas batangan lebih mahal dari emas perhiasan, padahal keduanya sama-sama berasal dari logam mulia yang sama. Perbedaan harga tersebut ternyata tidak terjadi tanpa alasan dan berkaitan erat dengan kadar kemurnian, fungsi penggunaan, serta tujuan kepemilikan emas itu sendiri.

Agar tidak keliru dalam memilih jenis emas yang sesuai dengan kebutuhan finansial, penting bagi kamu untuk memahami perbedaannya secara menyeluruh sejak awal.

1. Karakter emas batangan dan emas perhiasan tidak bisa disamakan

ilustrasi gelang emas (pexels.com/Melike B)
ilustrasi gelang emas (pexels.com/Melike B)

Emas batangan dan emas perhiasan kerap dianggap sama karena sama-sama berbahan dasar emas. Padahal, keduanya memiliki karakter yang cukup berbeda jika dilihat dari kadar kemurnian, fungsi penggunaan, hingga orientasi nilai ekonominya. Perbedaan inilah yang kemudian berpengaruh pada harga, cara transaksi, serta tujuan kepemilikan emas dalam jangka panjang.

a. Kadar kemurnian emas

Emas batangan umumnya diproduksi dengan kadar kemurnian tertinggi, yakni 24 karat atau sekitar 99,99 persen emas murni. Tingginya kadar kemurnian ini membuat emas batangan memiliki nilai intrinsik yang lebih jelas dan stabil sebagai aset investasi. Semakin murni kandungan emasnya, semakin besar pula nilai logam mulia yang tersimpan di dalamnya.

b. Campuran logam tambahan

Berbeda dengan emas batangan, emas perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain seperti perak atau tembaga. Campuran tersebut diperlukan agar emas menjadi lebih keras, tidak mudah berubah bentuk, dan nyaman digunakan sehari-hari. Namun, penambahan logam lain ini secara otomatis mengurangi persentase emas murni yang terkandung di dalam perhiasan.

c. Bentuk dan desain

Emas perhiasan dibuat dengan desain tertentu untuk menunjang penampilan dan mengikuti selera pasar. Nilai estetika sering kali menjadi faktor utama yang memengaruhi minat pembeli. Karena lebih menekankan aspek visual, emas perhiasan kurang ideal jika tujuan utamanya adalah investasi.

d. Fungsi penggunaan

Dari sisi fungsi, emas perhiasan lebih banyak digunakan sebagai aksesori, simbol hadiah, atau kebutuhan personal. Nilai emosional dan estetika menjadi bagian penting dari kepemilikannya. Sementara itu, emas batangan memang difokuskan sebagai alat penyimpan nilai dan aset investasi.

e. Nilai jual kembali

Ketika dijual kembali, emas perhiasan biasanya mengalami potongan harga yang cukup signifikan. Ongkos pembuatan dan desain tidak diperhitungkan dalam harga jualnya. Sebaliknya, emas batangan cenderung memiliki selisih harga beli dan jual yang lebih kecil karena nilainya mengacu pada harga emas murni.

Secara keseluruhan, perbedaan emas batangan dan emas perhiasan tidak hanya soal bentuk, tetapi juga orientasi nilai dan fungsinya. Emas perhiasan menonjolkan aspek estetika dan pemakaian, sedangkan emas batangan berfokus pada nilai ekonomi dan investasi. Inilah dasar utama yang memengaruhi perbedaan harga keduanya di pasaran.

2. Faktor utama yang membuat harga emas batangan lebih tinggi

ilustrasi emas
ilustrasi emas (pexels.com/Zlaťáky.cz)

Pertanyaan mengenai kenapa emas batangan lebih mahal dari emas perhiasan sering muncul di kalangan masyarakat. Padahal, perbedaan harga ini memiliki alasan yang cukup logis dan terukur. Ada sejumlah faktor penting yang membuat emas batangan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan emas perhiasan.

a. Kadar emas lebih tinggi

Emas batangan diproduksi dengan tingkat kemurnian hampir sempurna, yaitu sekitar 99,99 persen. Kandungan emas murni yang sangat tinggi inilah yang membuat nilai emas batangan lebih mahal secara intrinsik. Bagi investor, kemurnian menjadi faktor utama dalam menilai kualitas emas.

b. Disertai sertifikat resmi

Setiap emas batangan dijual dengan sertifikat resmi dari produsen terpercaya. Sertifikat ini mencantumkan informasi penting seperti berat, kadar kemurnian, dan nomor seri. Keberadaan sertifikat memberikan jaminan keaslian dan meningkatkan kepercayaan pasar.

c. Menjadi acuan harga emas

Harga emas batangan dijadikan patokan harga emas nasional maupun internasional. Nilainya lebih objektif karena hanya bergantung pada berat dan kadar emas. Hal ini membuat emas batangan lebih diakui sebagai standar dalam investasi emas.

d. Likuiditas lebih tinggi

Emas batangan memiliki tingkat likuiditas yang tinggi karena mudah dijual kembali di berbagai lembaga resmi. Selisih antara harga beli dan harga jual relatif kecil dibandingkan emas perhiasan. Kondisi ini membuat emas batangan lebih menarik sebagai aset investasi.

e. Diperuntukkan sebagai instrumen investasi

Sejak awal, emas batangan memang dirancang sebagai instrumen investasi. Fokus utamanya adalah menjaga dan meningkatkan nilai aset dalam jangka panjang. Berbeda dengan emas perhiasan yang lebih mengutamakan fungsi estetika dan pemakaian.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, wajar jika harga emas batangan lebih mahal. Harga tersebut mencerminkan kualitas, kemurnian, serta stabilitas nilai yang ditawarkan. Inilah jawaban utama atas pertanyaan kenapa emas batangan lebih mahal dari emas perhiasan.

3. Menentukan pilihan emas sesuai tujuan keuangan pribadi

ilustrasi gelang emas (pexels.com/Melike B)
ilustrasi gelang emas (pexels.com/Melike B)

Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda saat membeli emas. Ada yang menjadikannya sebagai instrumen investasi, ada pula yang mengutamakan fungsi pemakaian dan estetika. Oleh karena itu, pilihan antara emas batangan dan emas perhiasan perlu disesuaikan dengan kebutuhan finansial masing-masing.

a. Tujuan kepemilikan emas

Jika tujuan utamanya adalah investasi, emas batangan menjadi pilihan yang lebih tepat. Nilainya relatif stabil dan mudah dicairkan. Emas perhiasan lebih cocok untuk kebutuhan gaya hidup atau simbol personal.

b. Stabilitas nilai jangka panjang

Harga emas batangan cenderung mengalami kenaikan dalam jangka panjang. Fluktuasinya relatif lebih terkendali dibandingkan emas perhiasan. Hal ini menjadikannya aset lindung nilai yang cukup aman.

c. Potensi keuntungan investasi

Selisih harga beli dan jual emas batangan relatif kecil sehingga potensi keuntungannya lebih terukur. Investor dapat menghitung peluang keuntungan dengan lebih jelas. Sebaliknya, emas perhiasan sering mengalami potongan saat dijual kembali.

d. Kemudahan transaksi jual beli

Emas batangan mudah dijual di Pegadaian atau butik emas resmi. Sertifikat yang menyertainya mempercepat proses transaksi. Emas perhiasan biasanya perlu ditaksir ulang sebelum dijual.

e. Nilai estetika dan emosional

Emas perhiasan memiliki nilai keindahan dan emosional yang tidak dimiliki emas batangan. Faktor ini sering menjadi alasan utama pembelian perhiasan. Namun, nilai estetika tersebut tidak selalu sejalan dengan keuntungan finansial.

Dilihat dari sisi investasi, emas batangan jelas lebih unggul. Sementara itu, emas perhiasan lebih tepat sebagai pelengkap kebutuhan personal. Memahami tujuan sejak awal akan membantu menentukan pilihan yang paling sesuai.

4. Strategi cerdas memaksimalkan keuntungan dari emas batangan

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Investasi emas batangan tidak cukup hanya dengan membeli lalu menyimpannya tanpa strategi. Diperlukan perencanaan agar potensi keuntungannya bisa lebih optimal. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan hasil investasi emas batangan.

a. Membeli emas saat harga relatif rendah

Memantau pergerakan harga emas menjadi langkah penting sebelum membeli. Membeli emas saat harga sedang turun memberikan peluang keuntungan yang lebih besar. Strategi ini membutuhkan kesabaran dan konsistensi dalam jangka panjang.

b. Menyimpan emas untuk jangka panjang

Emas batangan paling efektif disimpan sebagai investasi jangka panjang. Nilainya cenderung meningkat dan mampu melindungi aset dari inflasi. Semakin lama disimpan, potensi keuntungannya pun semakin besar.

c. Menjadikan emas sebagai cadangan keuangan

Emas dapat digunakan sebagai cadangan dana untuk rencana masa depan. Contohnya untuk dana pendidikan atau ibadah. Nilainya relatif lebih aman dibandingkan menyimpan uang tunai.

d. Menjual di tempat resmi dan terpercaya

Penjualan emas batangan sebaiknya dilakukan di lembaga resmi agar harga buyback lebih kompetitif. Proses transaksi juga lebih aman dan transparan. Hal ini dapat meminimalkan risiko kerugian.

e. Menjaga kondisi fisik dan sertifikat emas

Kondisi fisik emas dan sertifikat harus dijaga dengan baik. Kerusakan dapat memengaruhi harga jual. Sertifikat yang lengkap akan mempercepat proses transaksi.

Dengan strategi yang tepat, emas batangan dapat menjadi investasi yang aman dan menguntungkan. Kedisiplinan serta tujuan finansial yang jelas menjadi kunci utama keberhasilannya. Pemahaman terhadap karakter pasar emas juga membantu memaksimalkan hasil investasi.

Kesimpulannya, jawaban atas pertanyaan kenapa emas batangan lebih mahal dari emas perhiasan terletak pada kadar kemurnian, standar harga, sertifikasi resmi, serta tujuan penggunaannya sebagai instrumen investasi. Emas batangan menawarkan nilai yang lebih stabil, likuiditas tinggi, dan potensi keuntungan jangka panjang yang lebih terukur dibandingkan emas perhiasan. Dengan memahami perbedaan ini, kamu dapat menentukan pilihan emas yang paling sesuai dengan tujuan dan kondisi finansialmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Apa itu Preloved? Ini Pengertian, Jenis, dan Cara Jualnya

11 Jan 2026, 05:05 WIBBusiness