Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Emas Antam Turun Rp4 Ribu, Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram

Harga Emas Antam Turun Rp4 Ribu, Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Harga emas Antam turun Rp4 ribu per gram menjadi Rp2,61 juta, sementara harga buyback juga turun Rp8 ribu ke Rp2,341 juta per gram.
  • Perencana keuangan Andy Nugroho menjelaskan bahwa emas tergolong investasi berisiko rendah namun tetap memiliki risiko kehilangan atau pencurian karena sifatnya yang mudah dibawa.
  • Emas sering dipilih investor konservatif karena stabil dan aman, tetapi kurang cocok untuk investasi jangka pendek akibat selisih harga jual dan beli yang bisa merugikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada Senin (20/7/2026) turun Rp4 ribu per gram menjadi Rp2,610 juta per gram.

Sementara itu, harga buyback menurut situs Logam Mulia, turun Rp8 ribu menjadi Rp2,341 juta per gram. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.

1. Rincian harga emas antam hari ini

Berikut rincian pergerakan harga emas hari ini!

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1,355 juta
  • Harga emas 1 gram: Rp2,610 juta
  • Harga emas 2 gram: Rp5,160 juta
  • Harga emas 3 gram: Rp7,715 juta
  • Harga emas 5 gram: Rp12,825 uta
  • Harga emas 10 gram: Rp25,595 juta
  • Harga emas 25 gram: Rp63,862 juta
  • Harga emas 50 gram: Rp127,645 juta
  • Harga emas 100 gram: Rp255,212 juta
  • Harga emas 250 gram: Rp637,765 juta
  • Harga emas 500 gram: Rp1,27 miliar
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.55 miliar


2. Setiap instrumen investasi memiliki risiko berbeda

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi. Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ujar Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

3. Investasi emas sering digunakan untuk investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More