Harga Pertamax Turbo Sudah Naik, Pertamax Bakal Menyusul?

- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut harga Pertamax bisa disesuaikan tergantung tren harga minyak mentah, mengikuti kebijakan penyesuaian BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo.
- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil selama rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada di bawah 100 dolar AS per barel.
- Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 18 April 2026 sesuai regulasi pemerintah, mempertimbangkan faktor global seperti harga minyak dan nilai tukar rupiah.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, angkat bicara mengenai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92).
Hal tersebut menyusul kebijakan penyesuaian harga yang sebelumnya telah diberlakukan pada beberapa jenis BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo (RON 98). Bahlil menyebut pemerintah bakal terus melihat perkembangan tren harga minyak untuk menentukan langkah berikutnya.
"Saya katakan, bahwa kalau yang untuk BBM nonsubsidi, itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang. Tahap berikutnya kami lihat penyesuaian," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (21/4/2026).
1. Harga Pertamax belum tentu naik

Bahlil menjelaskan jika harga minyak mentah mengalami penurunan, maka harga BBM tidak akan naik. Namun, jika harga minyak mentah terus berada di level tinggi, maka penyesuaian tidak terelakkan.
Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.
"Kalau harganya turun, ya enggak naik. Tapi kalau harganya begini terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian. Karena kan yang bisa kami jamin, pemerintah bisa menjamin itu kan adalah harga (BBM) subsidi," ujar Bahlil.
2. Jamin harga BBM subsidi tak naik

Bahlil memastikan pemerintah memiliki hitungan yang jelas terkait harga BBM subsidi. Harga BBM subsidi tidak akan naik selama rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di bawah 100 dolar AS per barel.
Dia memastikan pemerintah terus mencermati rata-rata ICP. Berdasarkan catatannya, dari Januari hingga saat ini berada di kisaran 76 dolar AS per barel. Harga ICP melandai sejalan dengan penurunan harga minyak mentah dunia.
"Sekarang kan sudah turun, kan? Sudah di bawah 100 ya Pak Dirjen ya? Jadi, rata-rata, tadi pagi bangun tidur, bacaan saya sekarang adalah harga minyak dunia dan ICP rata-rata. Kita mungkin 76, 76 koma sekian," katanya.
3. Alasan Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai Sabtu (18/4/2026). Kenaikannya pun berbeda di masing-masing daerah.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan alasan kenaikan hanya pada ketiga jenis BBM nonsubsidi tersebut. Menurutnya, penyesuaian harga telah sesuai dengan ketentuan pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi telah mempertimbangkan kondisi global, mulai dari pergerakan harga minyak minyak Internasional, hingga kurs rupiah terhadap dolar AS.
"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada Kepmen ESDM, dan keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).


















