ilustrasi es teh (vecteezy.com/Sakuna Thongkum)
Es teh masih menjadi salah satu minuman yang paling banyak dicari sekaligus best seller bagi masyarakat Indonesia. Dibanding minuman yang mengikuti tren viral sesaat, es teh memiliki pasar yang lebih luas karena cocok dinikmati berbagai kalangan dan mudah dipadukan dengan aneka makanan. Tidak heran jika gerai es teh terus bermunculan di berbagai daerah dan masih mampu menarik pelanggan.
Dengan modal sekitar Rp10 juta, kamu sudah bisa bergabung dengan franchise yang menyediakan booth, peralatan, bahan baku awal, hingga pelatihan. Lokasi menjadi faktor utama, sehingga sebaiknya memilih area dekat sekolah, kampus, perkantoran, atau jalan yang ramai dilalui orang. Jika mampu menjual sekitar 80–120 gelas per hari dengan keuntungan bersih Rp2,5–Rp4 ribu per gelas, laba bersih bulanan dapat mencapai sekitar Rp6 juta hingga Rp12 juta. Pada lokasi yang ramai dan penjualan stabil, modal awal bahkan berpeluang kembali dalam waktu sekitar 6–12 bulan.
Memilih usaha sebaiknya tidak hanya melihat besarnya keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan apakah produknya akan terus dicari dalam jangka panjang. Usaha dengan pelanggan tetap dan perputaran modal yang cepat umumnya lebih mudah berkembang dibanding bisnis yang hanya mengandalkan tren atau faktor viral semata. Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan keuangan yang baik, modal Rp10 juta sudah cukup menjadi langkah awal untuk membangun usaha yang terus bertumbuh.