Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Melemah Lagi Pagi Ini, Ada 7 Saham yang Melesat
ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya)
  • IHSG melemah 0,52 persen ke level 5.251,70 pada awal perdagangan Rabu.

  • Sebanyak 400 saham turun, sementara 241 saham menguat dan 322 saham stagnan.

  • ATLA memimpin daftar top gainers, diikuti BUKK, IFSH, YPAS, TRUK, DMAS, dan JSPT.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (21/10/2026)

IHSG melemah pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia. IHSG dibuka di level 5.310,85.

hingga pukul 09.18 WIB

IHSG melemah 27,19 poin atau 0,52 persen ke level 5.251,70. Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga tertinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    IHSG melemah 27,19 poin atau 0,52 persen ke level 5.251,70.
  • Who?
    IHSG dan sejumlah indeks saham utama di Bursa Efek Indonesia bergerak melemah, sementara beberapa saham mencatat kenaikan.
  • Where?
    Pergerakan tersebut terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
  • When?
    Pada pembukaan perdagangan Rabu (21/10/2026), dengan data hingga pukul 09.18 WIB.
  • Why?
    Penyebab pelemahan IHSG hingga saat ini belum ada keterangan resmi.
  • How?
    IHSG dibuka di level 5.310,85, sempat menyentuh level tertinggi 5.326,96 dan terendah 5.224,83, lalu berada di level 5.251,70.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

IHSG turun saat perdagangan dibuka di BEI pada Rabu. Banyak saham ikut turun, tetapi beberapa saham naik. Ada saham ATLA, BUKK, IFSH, YPAS, TRUK, DMAS, dan JSPT yang harganya naik. Sampai pukul 09.18 WIB, IHSG masih berada di level 5.251,70.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah pelemahan IHSG dan sejumlah indeks utama, sebagian saham tetap mencatatkan kenaikan harga. Sebanyak 241 saham menguat hingga pukul 09.18 WIB, dengan ATLA, BUKK, IFSH, YPAS, TRUK, DMAS, dan JSPT masuk daftar saham yang mengalami kenaikan tertinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (21/10/2026). IHSG mulanya dibuka di zona hijau pada level 5.310,85.

Berdasarkan data BEI, hingga pukul 09.18 WIB, IHSG melemah 27,19 poin atau 0,52 persen ke level 5.251,70 dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.278,89. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.326,96 dan terendah 5.224,83.

1. Aktivitas perdagangan saham

Kapitalisasi pasar saham Indonesia tercatat sebesar Rp9.256 triliun. Volume perdagangan mencapai 6,261 miliar saham dengan nilai transaksi Rp3,684 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 361,8 ribu kali.

Sementara itu, sebanyak 241 saham tercatat menguat, dan 400 melemah. Kemudian ada 322 yang tidak mengalami perubahan alias stagnan.

2. Sejumlah indeks saham ikut melemah

Sejumlah indeks saham utama juga bergerak di zona merah hingga pukul 09.18 WIB. Berikut rinciannya:

  1. LQ45 turun 0,61 persen ke level 527,122.

  2. IDX30 turun 0,45 persen ke level 296,303.

  3. IDX80 turun 0,69 persen ke level 77,618.

  4. IDXESGL turun 0,45 persen ke level 88,489.

  5. IDXQ30 turun 0,32 persen ke level 97,874.

3. Saham ATLA hingga JSPT masuk daftar top gainers

Sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan harga tertinggi. Berikut daftar top gainers hingga pukul 09.18 WIB:

  1. PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) naik 25 persen atau 6 poin.

  2. PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) naik 24,841 persen atau 195 poin.

  3. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) naik 24,752 persen atau 375 poin.

  4. PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik 23,757 persen atau 215 poin.

  5. PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) naik 19,9 persen atau 1.000 poin.

  6. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) naik 16,854 persen atau 30 poin.

  7. PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 16,049 persen atau 195 poin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article