ilustrasi investasi saham (pexels.com/Anna Nekrashevich)
Ketidakpastian selama demonstrasi bisa membuat investor bereaksi cepat terhadap kabar terbaru, mulai dari situasi di lapangan hingga pernyataan pemerintah. Akibatnya, tekanan jual dan aksi beli dapat terjadi bergantian dalam waktu singkat sehingga IHSG bergerak naik-turun sepanjang sesi perdagangan. Kondisi ini disebut volatilitas, yaitu tingkat besar-kecilnya perubahan harga atau indeks dalam periode tertentu.
IHSG yang sempat merah lalu berubah hijau belum tentu menunjukkan tren kenaikan yang kuat karena indeks masih bisa berbalik melemah menjelang penutupan. Pergerakan yang tajam juga meningkatkan risiko bagi investor jangka pendek, terutama jika keputusan jual beli hanya didasarkan pada perubahan indeks sesaat. Karena itu, penting untuk membedakan kenaikan sementara selama perdagangan dengan penguatan yang didukung oleh sentimen dan kondisi pasar yang lebih stabil.
IHSG yang merah berubah jadi hijau saat demo berlangsung bukan jaminan bahwa pasar sudah pulih sepenuhnya. Penguatan bisa terjadi di tengah risiko yang masih ada, sehingga pergerakan satu hari belum cukup untuk menggambarkan kondisi pasar secara keseluruhan. Menurut kamu, apakah IHSG yang menghijau saat demo cukup untuk menunjukkan pasar sudah aman?
Referensi
"UGM FEB Professor: IHSG Plunge Signals a Crisis of Confidence in the Capital Market."UGM. Diakses pada Oktober 2026.
"ITS Expert: IHSG Decline Has Significant Impact on Indonesian Economy." ITS. Diakses pada Oktober 2026.
"Menakar Dampak Aksi Demo terhadap IHSG, Gejolak Sesaat atau Risiko Pasar?" IDX Channel. Diakses pada Oktober 2026.
"Buying the Dip: How to Avoid Falling Knives." Investopedia. Diakses pada Oktober 2026.