Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara hadir ke ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin Senin (14/9/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Akan tetapi, secara keseluruhan ketiga analis melihat reshuffle kabinet bukanlah faktor utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Nafan Aji mengatakan, sentimen eksternal masih menjadi pendorong utama. Lonjakan harga minyak dunia yang melampaui 107 dolar AS per barel menjadi pendorongnya.
“Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat atau higher for longer, sehingga memicu aksi risk-off di pasar negara berkembang,” kata Nafan Aji.
Senada, Elandry mengatakan pelemahan IHSG sudah berlangsung sejak pekan lalu, terutama didorong volatilitas pasar karena faktor eksternal.
“Tekanan memang sudah terlihat sejak pekan lalu akibat profit taking dan meningkatnya volatility di pasar. Namun, pergantian Menkeu yang cukup mendadak sempat menambah ketidakpastian sehingga market sentiment dan risk appetite investor ikut terpengaruh,” ucap Elandry.
Sebagai informasi, pagi tadi, IHSG dibuka melemah 7,51 poin atau 0,11 persen ke level 6.533,87. Kemudian, pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 6,69 poin atau 0,1 persen ke 6.534,69. Sementara pada perdagangan pekan lalu, Jumat (11/9), IHSG ditutup melemah 47,96 poin atau 0,73 persen ke 6.541,38.