Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Berdasarkan rilis tersebut, indeks literasi keuangan nasional mengalami kenaikan dari 66,64 persen pada 2025 menjadi 69,57 persen pada 2026.
Angka indeks literasi keuangan konvensional berada di level yang sama dengan nasional, sementara indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen pada 2026, sedikit turun dari 43,42 persen pada 2025.
"Indeks ini dibentuk dari lima parameter, yaitu pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku keuangan, di mana jika seseorang memenuhi seluruh parameter tersebut, maka dikatakan well literate," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026).
