Jakarta, IDN Times - Pemerintah menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan garam dari produksi dalam negeri dalam beberapa tahun mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari, menyampaikan pemerintah sedang memperluas kawasan produksi garam nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
"Program tambak udang terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming di Waingapu merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan. Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu wilayah yang masih menghadapi tantangan kemiskinan di Indonesia, sehingga pembangunan Integrated Shrimp Farming atau ISF Waingapu diharapkan dapat memberikan efek pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, serta pengentasan kemiskinan di kawasan tersebut," ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Pengembangan KSIGN Rote Ndao ditargetkan mencapai 2.000 hektare. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyelesaikan tahap pertama dengan cakupan 616 hektare dan sedang mengerjakan tahap kedua seluas 751 hektare. Uji coba produksi juga dilakukan di area 616 hektare yang telah selesai, dengan panen perdana ditargetkan pada November 2026.
