Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Arti Greedinomics yang Disampaikan Prabowo di WEF 2026

Presiden Prabowo di WEF 2026
Presiden Prabowo Subianto saat pidato dalam Word Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (IDN Times/Uni Lubis)
Intinya sih...
  • Greedinomics adalah praktik ekonomi rakus yang tidak didasari oleh prinsip persaingan sehat, keadilan, atau berkelanjutan.
  • Prabowo merujuk greedinomics pada penguasaan lahan milik negara oleh pengusaha serakah di Indonesia.
  • Prabowo mencabut izin 28 perusahaan perusak lingkungan yang melanggar hukum dan mengelola lebih dari 1 juta hektare hutan dan lahan di Indonesia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Istilah "greedinomics" mulai dikenal masyarakat usai pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss pada Kamis (22/1/2026) malam waktu Indonesia. Istilah tersebut diungkapkan Prabowo untuk menggambarkan banyaknya praktik ekonomi rakus yang terjadi saat ini

"Di semua sektor ekonomi, kami menemukan ketidaksahan, praktik-praktik ilegal. Saya menyebutnya secara terbuka sebagai greedinomics, ekonomi dari praktik-praktik rakus. Mungkin di banyak negara Anda, pernah ada periode seperti ini, periode para Robber Barons," kata Prabowo.

Lantas, apa arti greedinomics sebenarnya? Berikut penjelasannya:

1. Arti greedinomics

Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis. (IDN Times/Alya Achyarini)
Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis. (IDN Times/Alya Achyarini)

Secara harfiah, greedinomics diambil dari kata greedy dan economics. Greedy memiliki arti serakah, sedangkan economics menggambarkan sebuah sistem atau praktik ekonomi. Dengan begitu, greedinomics merupakan sebuah istilah untuk praktik ekonomi yang digerakkan oleh keserakahan, bukan oleh prinsip persaingan sehat, keadilan, atau berkelanjutan.

Selain itu, greedinomics juga hampir mirip dengan sebutan "robber barons" yang merujuk pada industrialis di Amerika Serikat (AS) pada abad ke-19. Mengutip investopedia, mereka menjalankan praktik bisnis tidak etis dalam membangun kekayaan mereka.

2. Konteksnya dengan Indonesia

Ilustrasi aktivitas tambang di kawasan hutan
Ilustrasi aktivitas tambang di kawasan hutan. (Unsplash.com)

Dalam konteksnya dengan apa yang terjadi di Indonesia, Prabowo merujuk greedinomics pada penguasaan lahan-lahan milik negara oleh sejumlah pengusaha. Prabowo mengatakan, Pemerintah Indonesia telah menguasai kembali 4 juta hektare lahan yang sebelumnya dijadikan perkebunan dan tambang ilegal dari para pengusaha serakah.

"Dalam minggu-minggu pertama saya di pemerintahan, kami mengungkap penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah," ujar Prabowo.

3. Cabut izin perusahaan perusak lingkungan

Presiden Prabowo di WEF 2026
Presiden Prabowo Subianto saat pidato dalam Word Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan baru mencabut izin 28 perusahaan perusak lingkungan. Sebanyak 28 perusahaan itu tadinya mengelola 1,01 juta hektare hutan dan lahan di Indonesia. Kami memutuskan untuk menyita atau mencabut izin dari 28 perusahaan yang memiliki izin atas lahan seluas lebih dari 1,01 juta hektare. Saya mencabutnya karena kami menemukan mereka melanggar hukum,” ucap Prabowo.

Sebanyak 28 perusahaan itu berada di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. 22 Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang meliputi hutan alam dan hutan tanaman dengan total luas mencapai 1.010.592 hektare. 6 Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, serta Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPHHK).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Perluas Pintu Rezeki UMKM Indonesia, Pertamina Lakukan Usaha Ini

23 Jan 2026, 23:46 WIBBusiness