Jakarta, IDN Times - Penyaluran biodiesel B50 di wilayah Papua-Maluku masih tertinggal dibandingkan wilayah lain. Kondisi itu terjadi karena sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Papua-Maluku masih memiliki stok B40.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan pihaknya akan menghabiskan stok B40 tersebut sebelum mengirimkan B50. Sementara itu, stok B40 di sejumlah wilayah Jawa sudah lebih dulu habis karena permintaan yang lebih tinggi.
"Jadi sebetulnya bukan kami menunda. Jadi di Papua-Maluku saat ini masih terdapat stok B40. Jadi kami menunggu menghabiskan stok B40 ini terlebih dahulu baru akan kita kirim B50," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (9/9/2026).
