Investor AS Dominasi Pembelian Obligasi Global Danantara

- Investor asal Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar obligasi global perdana Danantara, menyerap 52 persen tenor 10 tahun dan 38 persen tenor lima tahun.
- Sebelum penerbitan, Danantara menggelar roadshow ke Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York setelah memperoleh peringkat kredit investment grade dari lembaga internasional.
- Respons investor terhadap penerbitan obligasi global Danantara sangat positif dan melampaui ekspektasi berkat komunikasi terbuka serta transparansi rencana investasi perusahaan.
Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan investor asal Amerika Serikat (AS) menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara.
Investor AS menyerap 52 persen alokasi obligasi tenor 10 tahun. Sementara itu, investor dari kawasan Eropa dan Timur Tengah mengambil porsi 31 persen, sedangkan investor Asia sebesar 17 persen.
Untuk obligasi tenor lima tahun, investor dari Eropa dan Timur Tengah menjadi pembeli terbesar dengan porsi 41 persen. Investor AS menyerap 38 persen, sedangkan investor Asia mengambil 21 persen.
"Nah, ini memang boleh dibilang biasanya penerbitan obligasi dari Indonesia justru peminatnya kebanyakan dari Asia. Historical tuh seperti itu. Tapi ini justru kebalikannya, justru peminat dan yang membeli terbesarnya adalah dari Amerika Serikat," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
1. Roadshow digelar di sejumlah negara

Rosan mengatakan, sebelum penerbitan obligasi global dilakukan, Danantara menggelar roadshow ke sejumlah negara sejak 3 Juni 2026. Kunjungan tersebut mencakup Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menjelaskan kunjungan ke New York dipimpin secara langsung. Hasil roadshow tersebut kemudian dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto setelah dirinya kembali ke Indonesia.
"Jadi, memang kami di Danantara melakukan kunjungan ke beberapa negara sejak dimulai tanggal 3 Juni kemarin," ujarnya.
2. Penerbitan obligasi didukung peringkat investment grade

Menurut Rosan, roadshow dilakukan setelah Danantara memperoleh peringkat kredit dari Moody's, S&P, dan Fitch. Peringkat dari Moody's dan S&P disebut setara dengan sovereign rating Indonesia yang masuk kategori investment grade.
Selain itu, Danantara telah memperoleh peringkat Triple A dari Pefindo. Berbekal capaian tersebut, Danantara kemudian melakukan roadshow sebagai bagian dari persiapan penerbitan obligasi global perdana.
"Nah, oleh sebab itu, setelah kami mendapatkan rating yang di mana rating kami sama dengan sovereign rating-nya pemerintah Indonesia, kami melakukan roadshow untuk pertama kalinya kita menerbitkan global bond dari Danantara," paparnya.
3. Respons investor disebut melampaui ekspektasi

Rosan menyatakan respons investor positif. Menurut dia, hasil yang diperoleh melampaui perkiraan sejumlah pihak yang sebelumnya meragukan minat investor terhadap obligasi tersebut maupun memperkirakan tingkat imbal hasilnya akan tinggi.
Dia mengatakan proses komunikasi dengan investor dilakukan secara terbuka dan transparan, termasuk menjelaskan rencana investasi Danantara ke depan. Menurutnya, pendekatan tersebut turut mendukung kelancaran proses penerbitan obligasi global Danantara.
"Ini roadshow yang kami lakukan Alhamdulillah dilihat oleh tidak hanya oleh dalam negeri tapi juga dilihat oleh investor luar negeri. Ini menghasilkan hasil yang sangat-sangat positif," kata Rosan.



















