Pemerintah Targetkan Investasi Tembus Rp13 Ribu Triliun di 2029

- Pemerintah menargetkan investasi nasional mencapai Rp13.032,8 triliun hingga 2029 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Realisasi investasi kuartal I-2026 tercatat Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung di berbagai sektor.
- Investasi asing mencapai Rp250 triliun atau 50,1 persen dari total realisasi, dengan Singapura menjadi penyumbang terbesar disusul Hong Kong, China, Amerika Serikat, dan Jepang.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan investasi bisa mencapai Rp13.032,8 triliun hingga 2029. Angka tersebut diperlukan demi mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.
“Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besaran dominasi atau nominal, tapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masuk ini adalah investasi yang berkualitas,” kata Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Jakarta, Senin (15/6/2026).
1. Meningkat 143 persen

Target itu cukup ambisius, karena meningkat 143 persen dari realisasi investasi selama 10 tahun terakhir.
“Memang peningkatannya mengalami cukup signifikan,” ujar Rosan.
2. Realisasi investasi kuartal I-2026 sebesar Rp498,8 triliun

Di kuartal I-2026, realisasi investasi sebesar Rp498,8 triliun. Angka itu tumbuh 7,2 persen dibandingkan kuartal I-2025 atau secara year on year (yoy), dan mencakup 24,4 persen dari total target sepanjang 2026.
“Investasi ini juga menyerap kurang lebih 700.000 tenaga kerja langsung atau naik 18,9 persen. Dan angka ini tentunya tidak termasuk angka kerja angkatan kerja tidak langsung dari aktivitas pendukung investasi,” ucap Rosan.
3. Investasi asing tembus Rp250 triliun

Dari realisasi investasi tersebut, capaian investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) lebih besar, yakni Rp250 triliun atau 50,1 persen. Capaian itu tumbuh 8,5 persen secara year on year (yoy).
Adapun capaian investasi dari investor dalam negeri atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp248,8 triliun, atau setara 49,9 persen. Capaian PMDN di kuartal I-2026 itu tumbuh 6 persen (yoy).
“Kalau kita lihat lebih dalam lagi kontribusi dari penanaman modal asing maupun modal dalam negeri sebenarnya hampir sama. Walaupun penanaman modal asing ini sedikit di atas, kurang lebih 50,1 persen atau Rp250 triliun berbanding Rp248,8 triliun,” ucap Rosan.
Tercatat, ada lima negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia selama kuartal I-2026, yakni Singapura senilai 4,6 miliar dolar AS atau setara Rp75,9 triliun, Hong Kong 2,7 miliar dolar AS (Rp44,6 triliun), China 2,2 miliar dolar AS (Rp36,3 triliun), Amerika Serikat 1,3 miliar dolar AS (Rp21,5 triliun), dan Jepang 1 miliar dolar AS (Rp16,5 triliun).



















