Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan investor asal Amerika Serikat (AS) menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara.
Investor AS menyerap 52 persen alokasi obligasi tenor 10 tahun. Sementara itu, investor dari kawasan Eropa dan Timur Tengah mengambil porsi 31 persen, sedangkan investor Asia sebesar 17 persen.
Untuk obligasi tenor lima tahun, investor dari Eropa dan Timur Tengah menjadi pembeli terbesar dengan porsi 41 persen. Investor AS menyerap 38 persen, sedangkan investor Asia mengambil 21 persen.
"Nah, ini memang boleh dibilang biasanya penerbitan obligasi dari Indonesia justru peminatnya kebanyakan dari Asia. Historical tuh seperti itu. Tapi ini justru kebalikannya, justru peminat dan yang membeli terbesarnya adalah dari Amerika Serikat," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
