Seorang petugas Jasa Marga mengatur arus lalu lintas kendaraan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/3/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Dari sisi operasional, volume transaksi di jalan tol Jasa Marga menembus lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III-2026, dengan rerata lalu lintas harian (LHR) mencapai 3,6 juta kendaraan per hari.
Angka itu memperkuat posisi Jasa Marga sebagai penguasa 42 persen panjang jalan tol beroperasi di Indonesia, yaitu mengelola 1.294 km dari total konsesi 1.736 km.
Pengembangan jaringan jalan tol juga terus berjalan. Memasuki Oktober 2026, segmen Gending–Paiton sepanjang 24 km pada Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi resmi beroperasi berbayar. Penambahan ini membuat total panjang tol beroperasi Jasa Marga bertambah menjadi 1.318 km. Selain itu, konstruksi terus digenjot pada proyek Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Tol Akses Patimban, Tol Yogyakarta–Bawen, serta Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo.
Rivan memastikan penambahan ruas tol dilakukan bukan sekadar mengejar angka konsesi, melainkan memicu konektivitas riil bagi jalur logistik dan ekonomi warga.
“Keterhubungan antarwilayah ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang,” tutur Rivan.