Bendungan Macan di Subang, Jawa Barat. (dok. Perum Jasa Tirta II)
Dalam menghadapi musim kemarau panjang atau El Nino Godzilla, PJT II bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS Citarum, serta pengelola Waduk Saguling dan Cirata melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Dengan upaya itu, perusahaan berhasil mengamankan pertambahan tabungan air hingga 60,1 juta meter kubik di Bendungan Kaskade Citarum untuk menjamin keberlanjutan kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian.
Ketersediaan air di sebagian besar Jawa Barat bertumpu pada pasokan tiga Bendungan Kaskade Citarum, yaitu Bendungan Saguling, Bendungan Cirata, dan Bendungan Jatiluhur. Di tengah kondisi musim kemarau 2026, keandalan pasokan air dari ketiga waduk ini menjadi pilar utama penopang keberlangsungan hidup masyarakat, kebutuhan air baku, serta irigasi pertanian.
"Kondisi kemarau menuntut aksi nyata di hulu. Kami bertindak cepat mengamankan pasokan air sejak dari awan sebelum kekeringan meluas," kata Imam Santoso.
Sebagai bentuk aksi mitigasi di sektor hulu, penambahan pasokan air melalui OMC dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu Tahap I pada 30 Juli hingga 5 Agustus 2026, serta Tahap II pada 18 hingga 26 September 2026 dan 29 September hingga 5 Oktober 2026.
Melalui langkah itu, tim gabungan memancing hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dengan menyebar bahan semai berupa garam halus pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan.