Jokowi Semringah Neraca Dagang Surplus 19 Bulan Beruntun
Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo semringah melihat pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia selama 2021. Satu hal yang membuat Jokowi senang dengan pemulihan ekonomi Indonesia adalah neraca dagang yang surplus pada tahun lalu.
"Kalau dilihat, berkaitan pemulihan ekonomi, kita cukup kuat. Neraca dagang kita surplus 34,4 miliar dolar AS. Dalam 19 bulan surplus terus, belum pernah kita mengalami seperti ini," kata Jokowi, dalam pidatonya di Pembukaan Perdagangan Bursa Tahun 2022, Senin (3/1/2022).
Capaian surplus neraca perdagangan 19 bulan beruntun tak terlepas dari tingginya nilai ekspor Indonesia tahun lalu. Nilai ekspor kumulatif sejak Januari hingga November 2021 merupakan yang tertinggi sejak 2000.
1. Penyebab naiknya nilai ekspor Indonesia

Jokowi pun mengungkapkan sejumlah alasan di balik tingginya nilai ekspor Indonesia sepanjang tahun lalu. Salah satunya adalah keputusan pemerintah yang tak lagi mengekspor raw material atau bahan mentah.
"Kenapa naik setinggi itu? Salah satunya karena kita hentikan ekpsor raw material dari minerba, yaitu nikel, yang saya lihat biasanya hanya satu sampai dua miliar. Kemarin akhir tahun sudah hampir mencapai 20,28 miliar dolar AS," ujar Jokowi.
2. Pemerintah siap setop ekspor SDA mentah lainnya

Jokowi menambahkan, pemerintah bakal melakukan hal yang sama terhadap sumber daya alam lainnya agar nilai ekspor bisa terus meningkat pada 2022 ini.
"Keberanian kita menyetop itu hasilnya kelihatan. Oleh sebab itu, kita akan lanjutkan dengan setop bauksit, tembaga, timah, dan yang lainnya," kata dia.
3. Jokowi ungkap tantangan perekonomian pada 2022

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta kepada sejumlah pihak untuk bisa melanjutkan sederet pencapaian positif di bidang ekonomi yang didapat tahun lalu. Meningkatkan raihan tahun lalu menjadi pekerjaan rumah cukup berat, mengingat ada banyak tantangan yang siap menanti sepanjang 2022.
"Inilah yang harus kita tingkatkan selama 2022, meski tahu masih akan banyak tantangan ke depan, baik Omicron, kenaikan inflasi, tapering off, kehilangan kontainer di mana-mana, negara-negara lain mengalami kelangkaan energi yang bisa mengganggu ekspor kita," kata Jokowi.
Jokowi pun meyakini, Indonesia bisa menghadapi tantangan tersebut dengan baik sehingga dapat meraih hasil maksimal pada tahun ini.



















