Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kanada Pertimbangkan Jadi Anggota Asosiasi Uni Eropa, Ada Apa?
bendera Kanada (pexels.com/Social Soup Social Media)
  • PM Kanada Mark Carney mempertimbangkan status anggota asosiasi Uni Eropa untuk memperkuat hubungan ekonomi dan strategis, di tengah perselisihan perdagangan dengan AS yang memicu tarif puluhan miliar dolar.
  • Kanada dan UE mengkaji kelancaran arus barang, jasa, serta tenaga kerja strategis, termasuk kerja sama energi, AI, pertahanan, mineral kritis, kabel bawah laut, pusat data, awan, dan satelit.
  • Gagasan tersebut menghadapi aturan UE yang ketat dan proses panjang, sementara Carney dan Emmanuel Macron mempererat hubungan lewat agenda kunjungan ke Saint-Pierre-and-Miquelon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney tengah mempertimbangkan kemungkinan negaranya memperoleh status sebagai “anggota asosiasi” Uni Eropa (UE) demi memperkuat hubungan ekonomi dan strategis. Status tersebut belum tersedia saat ini, tetapi UE berpotensi membentuk skema keanggotaan khusus di tengah perselisihan perdagangan Kanada dengan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump yang memicu tarif bernilai puluhan miliar dolar AS.

Guna merespons situasi geopolitik yang penuh tantangan ini, Carney dijadwalkan menyampaikan visinya melalui pidato di Parlemen Eropa di Strasbourg pada Kamis (17/6/2026). Gagasan keanggotaan asosiasi ini serupa dengan model yang pernah diusulkan Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk memperdalam kemitraan tanpa kewajiban menjadi anggota penuh. Langkah tersebut diharapkan dapat mempererat integrasi kedua belah pihak tanpa perlu melewati prosedur keanggotaan yang kompleks.

1. Kanada dan UE memperluas kerja sama strategis

ilustrasi kesepakatan kerja sama (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Dilansir Times of India, Kanada bersama UE tengah mencari mekanisme agar barang, jasa, serta tenaga kerja dalam rantai pasok strategis bisa berpindah secara lebih leluasa. Bidang yang menjadi prioritas mencakup sektor energi, kecerdasan buatan (AI), pertahanan, hingga mineral kritis.

Kedua pihak juga mengkaji sejumlah proyek bersama, mulai dari kabel bawah laut, pusat data, infrastruktur awan, hingga jaringan satelit, sekaligus membahas peningkatan ekspor energi Kanada ke Eropa. Carney turut melakukan pembicaraan rutin dengan sejumlah pemimpin UE, terutama Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengenai kemungkinan warga Kanada dapat tinggal dan bekerja di wilayah UE tanpa visa.

Namun, upaya mendapatkan status anggota asosiasi menghadapi tantangan karena UE memiliki ketentuan ketat serta proses panjang untuk mengubah aturan yang berlaku. Perjanjian perdagangan Kanada-UE yang disepakati lebih dari satu dekade lalu dan telah berlaku sementara selama sembilan tahun pun belum diratifikasi secara penuh oleh sejumlah negara anggota.

2. Tarif AS mendorong fleksibilitas UE

ilustrasi tarif (pexels.com/Markus Winkler)

Dampak tarif serta tekanan lain selama pemerintahan Trump berpotensi menjadi salah satu faktor yang mendorong UE mengambil pendekatan yang lebih fleksibel. Skema keanggotaan asosiasi dapat memperkuat kemitraan tanpa mengharuskan kedua pihak melewati prosedur keanggotaan penuh yang kompleks.

Pembicaraan Ottawa dan Brussels menunjukkan upaya kedua pihak menghadapi perubahan dinamika global. Hubungan yang lebih erat diharapkan dapat mengurangi dampak perselisihan perdagangan sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi di masing-masing wilayah.

3. Prancis dan Kanada mempererat hubungan

Bendera Prancis (pexels.com/Atypeek Dgn)

Macron dan Carney dijadwalkan berkunjung ke wilayah seberang laut Prancis, Saint-Pierre-and-Miquelon, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pesisir Atlantik Kanada pada pekan depan. Kunjungan tersebut akan menjadi yang pertama bagi PM Kanada ke kepulauan itu setelah Presiden Prancis Francois Hollande mendatanginya pada 2014, sementara kantor pers Macron belum merespons permohonan komentar.

Agenda tersebut berlangsung di tengah tindakan Trump yang mengunggah gambar melalui akun Truth Social miliknya, menampilkan peta Amerika Utara dengan bendera AS di sejumlah wilayah seberang laut Prancis, termasuk Saint-Pierre-and-Miquelon, Guadeloupe, dan Martinique, serta Islandia, Greenland, Meksiko, Kanada, sebagian Amerika Tengah, dan Karibia.

Dilansir Euro News, kunjungan ini akan menyoroti nilai bersama Prancis dan Kanada, termasuk kebebasan, demokrasi, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara dari Istana Elysee. Pihak istana menambahkan bahwa di tengah dunia yang ditandai oleh kembalinya politik kekuasaan, ketegangan geopolitik, dan bentuk ketergantungan baru, Prancis dan Kanada memiliki ambisi bersama untuk memperkuat kemampuan bertindak secara mandiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article