Kapal RI Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil: Kita Komunikasi Terus

- Pemerintah terus berkomunikasi intensif untuk mengeluarkan kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz meski prosesnya diakui tidak mudah.
- Bahlil menyebut Indonesia telah menemukan sumber impor minyak baru di luar Timur Tengah guna menjaga ketahanan energi nasional.
- Stok BBM nasional dipastikan aman, dan pemerintah belum berencana membatasi atau menaikkan harga BBM subsidi demi melindungi daya beli masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah terus menjalin komunikasi intensif untuk mengeluarkan kapal tanker Pertamina yang saat ini tertahan di Selat Hormuz.
Bahlil mengakui proses tersebut tidak mudah, namun upaya koordinasi tetap dilakukan agar kapal milik perusahaan minyak dan gas (migas) milik negara tersebut bisa segera keluar dari wilayah konflik.
"Iya, kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz, tapi komunikasi terus kita bangun ya," kata dia di Jakarta dikutip Sabtu (28/3/2026).
1. Pemerintah temukan sumber impor minyak baru di luar Timur Tengah

Terkait pasokan minyak mentah (crude), Bahlil menjelaskan saat ini porsi impor Indonesia dari Timur Tengah mencapai 20 persen. Meski demikian, dia mengungkapkan pemerintah telah menemukan sumber pasokan baru di luar wilayah tersebut.
Bahlil enggan merinci negara asal sumber minyak baru itu, namun dia memastikan pasokan alternatif tersebut sudah tersedia untuk menjaga ketahanan energi nasional.
"Tolong teman-teman saya sampaikan ulangi lagi bahwa impor crude kita dari Middle East itu 20 persen, dan sekarang kami sudah menemukan sumber crude baru selain daripada Middle East," ujar dia.
2. Stok BBM dipastikan aman dan sesuai standar minimal

Kementerian ESDM bersama Pertamina juga telah merumuskan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan BBM di dalam negeri. Alhasil, stok BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan memenuhi syarat standar minimal.
"Jadi stok-stok BBM kita insya Allah dalam kondisi yang aman, standar minimal memenuhi syarat," kata mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.
3. Belum ada opsi pembatasan atau kenaikan harga BBM subsidi

Mengenai kebijakan harga, Bahlil menyebut Presiden Prabowo Subianto selalu menekankan agar pemerintah bekerja dengan sangat hati-hati dan memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat kecil.
Hingga saat ini, pemerintah belum memiliki opsi untuk melakukan pembatasan subsidi maupun menaikkan harga BBM subsidi. Kebijakan subsidi dipastikan masih tetap sama demi menjaga daya beli masyarakat.
"Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita rakyat kecil," kata Bahlil.

















