Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KDM Ungkap 3 Sektor Ini Berhasil Dongkrak Ekonomi Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut tiga sektor utama penggerak ekonomi daerahnya adalah pertanian, kelautan, dan industri yang menopang pertumbuhan ekonomi 5,79 persen pada Triwulan I 2026.
  • Curah hujan tinggi membuat musim tanam bertambah hingga empat kali setahun, meningkatkan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat Jawa Barat.
  • Dedi menilai komunikasi langsung antara pemerintah dan investor lebih efektif dibanding digitalisasi penuh dalam menyelesaikan hambatan investasi di sektor industri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gubernur Dedi bilang ekonomi di Jawa Barat naik karena tani, laut, dan pabrik. Katanya hujan sering turun jadi panen banyak, nelayan juga bisa lama di laut karena angin tidak kuat. Pabrik-pabrik juga makin ramai. Sekarang orang-orang kerja keras supaya ekonomi terus bagus dan semua senang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pertumbuhan sektor ekonomi di daerahnya ditopang oleh tiga sektor strategis, di antaranya pertanian, kelautan dan industri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa  pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,79 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen

"Kita harus jujur, secara umum masyarakat Jawa Barat itu masyarakat tradisional. Sektor pertanian masih menjadi sektor andalan," kata Dedi Mulyadi dalam program Indonesia Summit 2026 by IDN Times, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dedi mengatakan, intensitas hujan yang tinggi di Jawa Barat meningkatkan produksi komuditas pertanian menjadi melimpah. Hal ini berdampak positif terhadap pertumbugan ekonomi regional.

"Musim hujan pada 5 tahun terakhir lebih panjang. Sehingga jumlah musim tanamnya menjadi bertambah. Yang asalnya satu kali menjadi dua kali. Yang asalnya dua kali menjadi tiga kali. Yang tiga kali bisa menjadi empat kali. Sehingga ini memberikan pertumbuhan terhadap penguatan ketahanan pangan. Kan ini sektor utama," kata Politikus Gerindra itu.

Dedi menambahkan, dari sisi aspek produksi, sektor kelautan juga masih berjalan baik. Musim angin barat yang cenderung berkurang memberi kesempatan bagi nelayan untuk melaut lebih lama.

Selanjutnya, sektor industri juga mengalami pertumbuhan yang relatif baik. Ia mengatakan, pola komunikasi antara provinsi, kabupaten dengan para pengusaha investornya terbangun dengan baik di era pemerintahannya sekarang.

Menurutnya, penyelesaian persoalan investasi tidak selalu dapat dilakukan hanya melalui sistem digital. Pendekatan komunikasi langsung masih diperlukan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan hambatan yang dihadapi investor.

"Mohon maaf, digitalisasi itu belum tentu bisa ngeberesin masalah investasi. Belum tentu. Kenapa? Karena kalau hanya berfokus pada digitalisasi, orang akan nunggu antrean perizinan yang dia harus memenuhi standar sekian hari. Problematikanya tidak akan terbaca, Pak, kalau digitalisasi terus. Maka, saya ini tidak hanya digitalisasi, pakai pola manual. Bertemu," ujarnya.

IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Editorial Team

Related Article