Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kepercayaan Investor Naik, Apa Rahasia di Balik Global Bond Danantara?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah memperkuat kepercayaan publik terhadap ekonomi nasional lewat koordinasi lintas sektor, penguatan rupiah, dan peningkatan persepsi positif pasar di tengah dinamika global.
  • Penerbitan global bond Danantara menunjukkan meningkatnya minat investor internasional, sementara pemerintah fokus pada deregulasi, hilirisasi, dan industrialisasi untuk memperkuat ekspor serta mengurangi ketergantungan impor.
  • Presiden Prabowo menekankan percepatan program prioritas agar manfaat ekonomi cepat dirasakan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas dan optimisme pelaku usaha serta investor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah lagi kerja keras biar orang percaya ekonomi Indonesia kuat. Pak Prasetyo bilang banyak kantor kerja bareng, biar uang rupiah makin kuat dan orang senang investasi di sini. Ada juga Pak Rosan dari Danantara yang bikin investor luar negeri suka beli surat utang Indonesia. Presiden Prabowo minta semua program jalan cepat supaya rakyat bisa cepat merasakan hasilnya. Pemerintah mau izin usaha dibuat lebih mudah dan pabrik-pabrik dibangun supaya barang buatan Indonesia tambah banyak dan negara jadi makin kaya. Sekarang semua diminta kerja sama biar ekonomi tetap aman dan bagus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional, di tengah dinamika global yang masih berlangsung. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi antarinstansi, perbaikan iklim investasi, serta percepatan program hilirisasi dan industrialisasi.

Prasetyo menyampaikan, pemerintah dalam beberapa pekan terakhir terus mengintensifkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor. Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat nilai tukar rupiah, meningkatkan persepsi positif pasar, serta menjaga optimisme pelaku ekonomi.

“Terima kasih Pak Rosan. Sedikit menjawab tadi yang ditanyakan bahwa memang kalau saudara-saudara perhatikan dalam satu, dua minggu ini kita semua terus berupaya untuk memperkuat koordinasi maupun memperkuat kerja sama, dan terutama mengambil kebijakan-kebijakan yang kita berharap dapat apa memperkuat yang tadi disampaikan, memperkuat mata uang kita, memperkuat persepsi publik, memperkuat persepsi pasar,” ujar Prasetyo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).

1. Global bond dari Danantara jadi indikator positif kerek ekonomi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menurut Prasetyo, capaian Danantara dalam penerbitan global bond menjadi salah satu indikator positif meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia. Respons yang datang dari investor Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia disebut menunjukkan minat yang kuat terhadap instrumen investasi tersebut.

“Dan apa yang disampaikan Pak Rosan (CEO Danantara) sebenarnya adalah upaya yang sebetulnya bukan karena keadaan hari-hari ini, jadi memang itu target dari Danantara yang berkaitan dengan masalah global bond bahwa ternyata itu juga kemudian membuktikan kepercayaan investor baik apa namanya di Amerika maupun tadi dari Eropa maupun dari Asia terhadap global bond yang diterbitkan oleh Danantara itu sesuatu hal yang perlu kita syukuri dan terima kasih Pak Rosan atas kerja kerasnya,” kata dia.

Prasetyo menjelaskan Presiden Prabowo Subianto juga memberikan sejumlah arahan yang ditujukan untuk memperkuat kepercayaan pelaku ekonomi dan masyarakat. Arahan tersebut disampaikan dalam pembahasan bersama jajaran pemerintah dan pimpinan Danantara.

“Yang kedua berkenaan dengan kalau pertanyaannya tadi bagaimana kita memberikan kepercayaan kepada masyarakat perlu kami sampaikan bahwa selain Pak Rosan melaporkan mengenai hasil dari kunjungan kerja beliau, Bapak Presiden tadi juga kembali menekankan beberapa hal yang itu menurut pendapat kami juga bagian dari upaya kita untuk memberikan kepercayaan kepada pelaku-pelaku ekonomi yang nanti ujungnya memberikan kepercayaan kepada masyarakat,” ujar dia.

2. Pemerintah lakukan deregulasi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Salah satu fokus utama pemerintah ialah deregulasi guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif. Penyederhanaan perizinan dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan usaha dan memperkuat ekosistem ekonomi nasional.

“Pertama, berkenaan dengan masalah deregulasi yang berkali-kali Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita supaya iklim investasi dapat berkembang supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif,” ucap dia.

Selain deregulasi, Presiden juga menekankan pentingnya percepatan hilirisasi dan industrialisasi. Program tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kinerja ekspor, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Yang kedua, Bapak Presiden tadi juga menekankan bahwa khususnya kepada Pak Rosan sebagai CEO Danantara dan sekaligus juga sebagai salah satu anggota dari Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi, karena kalau kita berbicara penguatan mata uang maka tidak bisa lepas juga dari performa ekspor dan impor kita,” ujarnya.

Prasetyo menilai, hilirisasi dan industrialisasi mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas dalam negeri. Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kekayaan nasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

“Berkaitan dengan performa ekspor dan impor kita itu salah satunya juga berkaitan dengan masalah hilirisasi dan industrialisasi. Di satu sisi industrialisasi dan hilirisasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor. Yang kedua, juga pada akhirnya kita berharap produk yang kita hasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi tadi dapat memberikan nilai tambah yang itu membawa penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara kita,” ujar dia

3. Prabowo ingin percepat program prioritas agar bisa segera dirasakan masyarakat

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo meminta seluruh program prioritas tersebut dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Langkah itu juga diharapkan dapat memperkuat optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Jadi itu juga dua hal yang tadi ditekankan oleh Bapak Presiden untuk bisa dipercepat selain mengenai mulai tumbuhnya kepercayaan investor asing terutama terhadap global bond yang diterbitkan Danantara,” kata Prasetyo.

Di sisi lain, pemerintah menilai stabilitas menjadi faktor penting dalam menjaga iklim usaha dan investasi. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga optimisme dan bekerja sama untuk memperkuat perekonomian nasional.

“Yang terakhir yang tadi tidak kalah penting di dalam diskusi dengan Bapak Presiden bahwa apapun itu tentu dalam iklim usaha dibutuhkan stabilitas. Oleh karena itulah kami selaku pemerintah mari kita semua kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh pelaku pasar, kepada seluruh pelaku ekonomi untuk mari bergandengan tangan kita bekerja sama kita bekerja keras untuk mengembalikan atau memulihkan dan memperkuat ekonomi kita,” ujar Prasetyo.

Editorial Team

Related Article