Faye Wongso Menerima Penghargaan dalam ESG Award by KEHATI. (Dok. Istimewa)
Bagi KUMPUL, prinsip ESG perlu diterjemahkan ke dalam dukungan yang dapat digunakan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis, mengelola keuangan, mengembangkan produk, dan mengambil keputusan. Didirikan pada 2015, KUMPUL berperan sebagai ecosystem enabler yang memfasilitasi early-stage enterprises melalui sinergi B2G, B2B/CSR, dan donor internasional.
Sejak 2022, KUMPUL aktif mengintegrasikan kerangka ESG melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, ketahanan penghidupan terhadap perubahan iklim, kesetaraan gender, serta transformasi digital yang etis dan bertanggung jawab.
KUMPUL menghubungkan bisnis tahap awal, UMKM, komunitas, perusahaan, instansi pemerintah, investor, serta mitra pembangunan melalui tiga pilar utama, yaitu KUMPUL Ecosystem, KUMPUL Advisory, dan KUMPUL Innovation Lab. Ketiganya mencakup pengembangan kapasitas, akses pasar, pendampingan, kesiapan bisnis, riset terapan, serta koneksi pembiayaan.
“Bagi kami, ESG bukan sekadar framework pelaporan, tetapi cara membangun ekosistem yang memungkinkan lebih banyak solusi berdampak bisa bertumbuh,” ujar Faye Wongso, Chairperson dan Founder KUMPUL.
“Selama ini KUMPUL dikenal sebagai Super Connector. Kami berperan sebagai fasilitator, inkubator, dan akselerator yang menghubungkan startup, UMKM, pemerintah, korporasi, hingga investor. Yang kami lakukan adalah memastikan inovasi tidak berhenti di tahap ide, tetapi benar-benar menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat dan lingkungan. Penghargaan ini menjadi validasi bahwa membangun kolaborasi lintas sektor adalah salah satu cara paling efektif untuk mempercepat implementasi ESG di Indonesia.”