Kolaborasi Bank Jago dan Google Cloud (Dok Bank Jago)
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan, perseroan berfokus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkualitas, baik dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran kredit. Menurut dia, strategi tersebut mendukung pencapaian kinerja sekaligus memperkuat fundamental perseroan.
"Dengan kemampuan mempertahankan kinerja positif secara terus-menerus, kami yakin kepercayaan nasabah akan semakin kuat dalam menggunakan produk dan layanan kami sebagai bank berbasis teknologi," kata Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Dari sisi pendanaan, DPK Bank Jago tumbuh 21 persen secara tahunan menjadi Rp28,9 triliun dari Rp23,9 triliun pada September 2025. Komposisi DPK didominasi dana murah atau current account and savings account (CASA) sebesar 53 persen atau Rp15,4 triliun. Sementara itu, deposito menyumbang 47 persen atau Rp13,5 triliun.
Di sisi penyaluran kredit, Bank Jago mencatatkan pertumbuhan 19 persen menjadi Rp27,9 triliun per September 2026, dibandingkan Rp23,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kualitas kredit juga terjaga, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 0,9 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis tersebut, total aset Bank Jago meningkat 22 persen menjadi Rp42,1 triliun per September 2026, dari Rp34,5 triliun pada September 2025.