3 Cara Menjangkau Pelanggan Baru Tanpa Harus Pasang Iklan Mahal

- Pelanggan lama dapat menjadi sumber pelanggan baru melalui referral dan program ajak teman, dengan mengutamakan pengalaman baik serta tanpa memberi insentif untuk ulasan positif.
- Bisnis perlu mudah ditemukan secara online melalui Google Business Profile dan media sosial, dengan informasi lengkap serta konten relevan yang menjawab kebutuhan calon pelanggan.
- Kolaborasi dengan bisnis atau komunitas bertarget serupa dapat memperluas jaringan; pelaku usaha dianjurkan membangun hubungan dan manfaat bersama sebelum menawarkan produk.
Punya produk bagus tetapi pelanggan masih sedikit? Salah satu solusi yang sering terpikir adalah memasang iklan. Masalahnya, bagi bisnis kecil atau yang baru mulai, biaya promosi bisa menjadi beban tersendiri. Padahal, mendapatkan pelanggan baru tidak selalu harus dilakukan dengan memasang iklan berbayar.
Ada berbagai cara yang relatif murah untuk memperluas jangkauan bisnis, mulai dari memanfaatkan pelanggan yang sudah ada hingga bekerja sama dengan bisnis lain yang memiliki target pasar serupa. U.S. Small Business Administration (SBA) bahkan memasukkan referral, networking, kehadiran online, media sosial, dan kerja sama dengan bisnis lain sebagai sejumlah cara yang dapat digunakan usaha kecil untuk mendapatkan pelanggan baru. Lantas, bagaimana caranya?
1. Manfaatkan pelanggan lama untuk mendapatkan pelanggan baru

ilustrasi jualan online (Pexels.com/Nataliya Vaitkevich) Pelanggan lama bukan hanya sumber penjualan berikutnya. Mereka juga bisa menjadi jembatan menuju pelanggan baru. Caranya cukup sederhana. Setelah pelanggan mendapatkan pengalaman yang baik, penjual dapat meminta mereka merekomendasikan produk kepada teman, keluarga, rekan kerja, atau orang lain yang mungkin membutuhkan. Strategi ini dikenal sebagai referral atau pemasaran dari rekomendasi.
Dilansir U.S. Small Business Administration, referral merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pelanggan baru. Pelaku usaha tidak harus sekadar menunggu pelanggan merekomendasikan bisnisnya, tetapi bisa secara aktif meminta referral dari pelanggan yang merasa puas.
Cara lainnya adalah membuat program "ajak teman". Pelanggan yang sudah ada bisa mendapatkan keuntungan tertentu ketika berhasil membawa pelanggan baru, selama skema tersebut tetap masuk akal bagi margin bisnis. Namun, perlu dibedakan antara referensi pelanggan dan ulasan berbayar. Jika pelanggan memberikan ulasan di Google, jangan menawarkan hadiah dengan syarat mereka harus memberikan ulasan positif. Google melarang pemberian insentif sebagai imbalan untuk membuat, mengubah, atau menghapus ulasan. Jadi, yang perlu dibangun bukan sekadar jumlah referral, tetapi pengalaman pelanggan yang membuat orang mau merekomendasikan bisnis secara sukarela.
2. Buat bisnis mudah ditemukan secara online

ilustrasi jualan online (Pexels.com/Shoper .pl) Pelanggan baru tidak selalu datang karena melihat iklan. Mereka bisa saja sedang mencari produk atau jasa yang memang mereka butuhkan. Karena itu, salah satu cara menjangkau pelanggan tanpa mengeluarkan biaya iklan adalah membuat bisnis mudah ditemukan ketika orang melakukan pencarian online. Untuk bisnis yang memenuhi syarat, misalnya, pelaku usaha dapat memanfaatkan Google Business Profile. Google menyebut layanan ini dapat digunakan tanpa biaya untuk mengelola bagaimana bisnis muncul di Google Search dan Google Maps. Pemilik bisnis juga dapat mencantumkan informasi seperti jam operasional, nomor telepon, lokasi, foto, produk atau layanan, serta merespons ulasan pelanggan.
Artinya, jangan biarkan calon pelanggan harus menebak-nebak ketika menemukan bisnis kita. Pastikan informasi dasar tersedia. Di antaranya nama dan jenis bisnis, produk atau jasa yang ditawarkan, lokasi atau area layanan, jam operasional, nomor kontak, foto produk atau tempat usaha, hingga cara melakukan pemesanan.
Media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk membangun jangkauan secara organik. Gunakan platform sosial yang sesuai dengan target pelanggan dan membagikan konten yang memberikan nilai. Jadi, daripada hanya mengunggah foto produk dengan tulisan "tersedia", cobalah membuat konten yang menjawab masalah calon pelanggan.
3. Berkolaborasi dengan bisnis atau komunitas yang punya target pasar serupa

ilustrasi jualan online (Pexels.com/Nataliya Vaitkevich) Cara lain untuk memperluas jangkauan adalah meminjam jaringan bisnis lain. Bukan dalam arti mengambil pelanggan mereka, melainkan saling memperkenalkan kepada calon pelanggan yang relevan. Carilah bisnis yang memiliki target pelanggan serupa tetapi tidak menjual produk yang sama. Misalnya, bisnis kue rumahan bisa bekerja sama dengan jasa dekorasi acara. Penjual pakaian olahraga dapat berkolaborasi dengan gym atau komunitas olahraga. Sementara, fotografer dapat bekerja sama dengan penyedia jasa dekorasi pernikahan.
Selain bisnis lain, komunitas juga bisa menjadi pintu masuk. Pelaku usaha dapat mengikuti kegiatan komunitas yang memang relevan dengan target pasar. Misalnya, penjual makanan sehat bergabung dalam komunitas olahraga, atau pengusaha produk perlengkapan bayi mengikuti kegiatan komunitas orang tua.
Kuncinya adalah jangan langsung datang untuk berjualan. Bangun hubungan terlebih dahulu. Tunjukkan bahwa bisnis kita memang bisa memberikan manfaat bagi komunitas tersebut. Pendekatan seperti ini lebih memungkinkan terbentuknya hubungan jangka panjang dibandingkan sekadar menawarkan produk kepada sebanyak mungkin orang.
Mendapatkan pelanggan baru tidak selalu soal siapa yang memiliki anggaran iklan paling besar. Strategi organik memang tidak selalu memberikan hasil instan. Dibutuhkan konsistensi untuk membangun kepercayaan, menghasilkan konten yang relevan, menjaga kualitas produk, dan menjalin hubungan dengan pelanggan maupun mitra. Namun, ketika dilakukan secara konsisten, satu pelanggan dapat membawa pelanggan lain, satu konten dapat memperkenalkan bisnis kepada calon pembeli baru, dan satu kolaborasi dapat membuka akses ke pasar yang sebelumnya sulit dijangkau. Jadi, sebelum mengeluarkan banyak uang untuk iklan, coba maksimalkan dulu jaringan dan aset yang sudah dimiliki bisnis.






















