Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sandiaga Uno Jajaki Peluang Proyek Biochar 5.000 Ton

3 min read
Sandiaga Uno Jajaki Peluang Proyek Biochar 5.000 Ton
Komisaris Utama PT Mutuagung Lestari Tbk Sandiaga Salahuddin Uno. (Dok. MUTU)
  • Sandiaga Uno menjajaki proyek biochar di Palembang dengan potensi volume sekitar 5.000 ton bersama Planet Carbon.

  • Penjajakan mencakup Berau, standar proyek karbon, serta peluang permintaan dari pasar domestik dan Jepang.

  • MUTU mengevaluasi kerja sama berdasarkan kompetensi perusahaan dan kebutuhan pasar ekonomi hijau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komisaris Utama PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut proyek biochar di Palembang dengan potensi volume sekitar 5.000 ton sebagai salah satu peluang yang tengah dijajaki bersama Planet Carbon. Selain Palembang, penjajakan juga mencakup peluang proyek di Berau, Kalimantan Timur.

"Potensi ini menjadi bagian dari penjajakan untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis, peluang pengembangan pasar, dan bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh masing-masing pihak. Implementasi proyek akan mengikuti hasil kajian dan kesepakatan lebih lanjut," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Penjajakan itu menyusul penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara MUTU dan Planet Carbon di kantor pusat MUTU pada Jumat (23/10/2026). Kerja sama tersebut berfokus pada peluang pengembangan biochar dan proyek karbon.

  1. 1. Jajaki peluang pasar karbon hingga Jepang

    ilustrasi karbon aktif (unsplash.com/Eikichi Shutou)
    ilustrasi karbon aktif (unsplash.com/Eikichi Shutou)

    Dalam kerja sama itu, pihaknya berpeluang menyediakan layanan pengujian dan pemastian kualitas sesuai kompetensi dan cakupan layanannya. Kedua pihak juga menjajaki standar dan metodologi yang dapat digunakan, termasuk ISO, Puro.earth, dan Gold Standard.

    Pembahasan tersebut untuk memetakan persyaratan teknis serta peluang layanan yang dibutuhkan di pasar karbon. Selain pasar domestik, Jepang turut menjadi salah satu negara yang dibahas terkait potensi permintaan.

    Sandiaga menyebut pengembangan biochar dan proyek karbon sebagai salah satu bidang yang dapat mendukung perluasan layanan MUTU. Perusahaan juga melihat peluang dari meningkatnya perhatian industri terhadap aspek lingkungan, tata kelola, dan keberlanjutan.

    "Kolaborasi ini sejalan dengan arah pengembangan bisnis perusahaan untuk menangkap peluang dari tren green economy dan sustainability," ujar dia.

  2. 2. Evaluasi kerja sama sesuai kebutuhan pasar

    gedung-mutu-new-1.jpeg
    Ilustrasi Ilustrasi PT Mutuagung Lestari Tbk. (Dok. MUTU)

    Sandiaga mengatakan perusahaan akan mengevaluasi peluang kemitraan dan pengembangan layanan dengan mempertimbangkan kompetensi perusahaan serta kebutuhan pasar.

    "Melalui kolaborasi strategis, MUTU berharap dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan, mitra bisnis, dan para pemangku kepentingan," jelasnya.

  3. 3. Biochar jadi peluang bisnis di tengah tren ekonomi hijau

    ilustrasi ekonomi hijau (vecteezy.com/aukideezy)
    ilustrasi ekonomi hijau (vecteezy.com/aukideezy)

    Penjajakan kerja sama berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap krisis iklim dan upaya mengurangi emisi karbon. Biochar menjadi salah satu sektor yang menghubungkan pemanfaatan biomassa dengan pengurangan emisi dan pengembangan proyek karbon.

    Melalui MoU tersebut, kedua pihak menjajaki pemanfaatan kompetensi serta jaringan masing-masing untuk mengembangkan peluang di sektor karbon. Mereka juga membuka kemungkinan keterlibatan PT Teknologi Karbon, terutama dalam pengembangan proyek dan peluang komersial yang relevan.

    Presiden Direktur MUTU Arifin Lambaga menilai perkembangan ekonomi hijau membuka peluang usaha bagi perusahaan yang mampu memenuhi kebutuhan teknis industri dan pasar.

    Menurut Arifin, transisi menuju ekonomi rendah karbon menghadirkan peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnis melalui inovasi dan kerja sama. MUTU pun melihat potensi untuk terlibat dalam pengembangan biochar dan proyek karbon dengan mengandalkan kompetensi, pengalaman, serta jaringan yang dimiliki.

    "Kami melihat bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon bukan hanya menjadi tantangan global, tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi perusahaan untuk menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan kolaborasi strategis," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More