BUKA Group Gelar PUJAAN Vol. 5, Perkuat Literasi Keuangan Pelaku UMKM

- BUKA Group menggelar PUJAAN Vol. 5 bertema “Jagoan Buka Peluang” untuk meningkatkan literasi keuangan, digital, dan keamanan siber UMKM, sekaligus menyediakan kompetisi modal berhadiah puluhan juta rupiah.
- Program ini menargetkan kesenjangan pemahaman pengelolaan keuangan dan risiko digital, termasuk penipuan daring serta pinjol ilegal, melalui edukasi, jejaring, pendampingan, dan peluang pengembangan usaha.
- Kompetisi PUJAAN kini mencakup UMKM laki-laki dan perempuan binaan itemku; peserta mengikuti webinar, sementara finalis mendapat mentoring pengembangan usaha sebelum penganugerahan.
Jakarta, IDN Times - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali menggelar program Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan dan keamanan digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mengusung tema “Jagoan Buka Peluang”, program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pengelolaan keuangan, literasi digital, serta keamanan siber. Selain edukasi, PUJAAN juga menyediakan dukungan permodalan melalui kompetisi dengan hadiah puluhan juta rupiah untuk membantu pengembangan usaha peserta.
"Langkah tersebut menjadi upaya BUKA Group menjembatani kesenjangan antara akses layanan keuangan digital dan pemahaman pelaku usaha dalam mengelola keuangan serta mengenali risiko, termasuk penipuan daring dan pinjaman online (pinjol) ilegal," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk Natalia Firmansyah dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
1. Komitmen perluas akses pengetahuan jaringan dan pengembangan usaha bagi UMKM

Plt. Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, Natalia Firmansyah dalam program Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5.(Dok.Istimewa). Ia engatakan, PUJAAN merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses pengetahuan, jejaring, dan peluang pengembangan usaha bagi UMKM.
“Bagi kami, PUJAAN bukan sekadar kompetisi untuk mendapatkan modal usaha. PUJAAN adalah bagian dari komitmen kami untuk membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku usaha agar dapat terus belajar, berkembang, dan menemukan peluang baru,” ujar Natalia.
Menurut dia, dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui akses permodalan. Pelaku usaha juga membutuhkan pengetahuan dan pendampingan agar mampu mengambil keputusan bisnis yang tepat serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
2. Dapat bantu UMKM manfaatkan platform digital

Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Dok/Istimewa). Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyambut baik penyelenggaraan PUJAAN yang dinilai dapat membantu UMKM memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan bisnis.
Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, disertai pengelolaan keuangan yang bijak dan kewaspadaan terhadap risiko transaksi digital.
“Kelola keuangan usaha dengan bijak, serta jadilah pelaku usaha digital yang cerdas dan tetap waspada terhadap penipuan maupun berbagai risiko yang dapat merugikan kita secara finansial,” tutur Dyah Roro Esti.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah dan sektor swasta untuk memperluas edukasi serta pendampingan bagi pelaku UMKM. Dengan demikian, pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang digital sekaligus memahami cara melindungi diri dari berbagai risikonya.
3. Pemanfaatan teknologi digital perlu diimbangi dengan literasi keuangan

Ilustrasi anggaran. (IDN Times/Arief Rahmat) Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam turut mengapresiasi pelaksanaan PUJAAN Vol. 5. Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital perlu diimbangi dengan literasi keuangan agar UMKM dapat menciptakan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
“Kami mendorong para pelaku UMKM agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana untuk menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Neil menambahkan, pemahaman keuangan juga diperlukan agar pelaku UMKM mampu mengelola keuntungan secara produktif dan memperluas skala usaha.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kompetisi Modal PUJAAN memperluas cakupan peserta. Program tersebut tidak hanya menyasar UMKM perempuan mitra Bukalapak, tetapi juga pelaku UMKM laki-laki maupun perempuan di bawah binaan itemku.
Perluasan ini mencerminkan upaya BUKA Group untuk mendorong pemberdayaan UMKM secara lebih inklusif, dengan tetap menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu fokus program.
Rangkaian PUJAAN Vol. 5 tidak hanya mencakup kompetisi, tetapi juga edukasi dan pendampingan. Sebelum puncak penganugerahan, peserta mengikuti webinar sebagai bekal awal. Para finalis kemudian memperoleh pendampingan melalui sesi mentoring yang membahas sejumlah aspek penting dalam pengembangan usaha.
























