Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nestlé Masuk Daftar Perusahaan yang Asetnya Disita Rusia, Ada Apa?

3 min read
Nestlé Masuk Daftar Perusahaan yang Asetnya Disita Rusia, Ada Apa?
ilustrasi produk Nestle (unsplash.com/inma santiago)
  • Vladimir Putin menempatkan aset Nestlé, Auchan, Lemana Pro, dan FM Logistic di bawah kendali sementara L.E.V. Management, sebagai respons Rusia terhadap negara yang dianggap tidak bersahabat.
  • L.E.V. Management, entitas baru yang dipimpin jenderal Kementerian Dalam Negeri Rusia, ditunjuk mengelola aset; langkah ini melanjutkan pola pengambilalihan bisnis asing pascainvasi Ukraina 2022.
  • Nestlé tetap mengoperasikan enam pabrik dan sekitar 7.000 pekerja di Rusia, sambil menyiapkan langkah hukum; sahamnya melemah setelah dekrit, meski dampak finansial dinilai terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Presiden Rusia Vladimir Putin menerbitkan dekrit pada Kamis (17/9/2026) yang menempatkan aset sejumlah perusahaan asing di bawah kendali sementara L.E.V. Management, entitas lokal Rusia. Kebijakan itu mencakup produsen makanan asal Swis, Nestlé, serta tiga perusahaan Prancis, yakni peritel Auchan, rantai perkakas Lemana Pro yang sebelumnya bernama Leroy Merlin, dan kelompok logistik FM Logistic.

Pemerintah Rusia menyebut langkah tersebut sebagai respons terhadap tindakan permusuhan dari negara-negara yang dianggap tak bersahabat. Kebijakan itu mendapat kecaman dari pihak terkait dan pemerintah negara asal perusahaan, sementara juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengategorikan Nestlé dan Auchan sebagai pihak musuh. Peskov menyebut perusahaan Eropa dari negara-negara yang dianggap tak bersahabat terlibat dalam tindakan permusuhan terhadap Rusia.

“Perusahaan-perusahaan Eropa dari negara-negara tidak bersahabat… saat ini secara aktif terlibat dalam permusuhan terhadap kami,” ujar Peskov, dikutip CNN International.

  1. 1. Rusia menempatkan aset asing di bawah pengelola baru

    Bendera Rusia
    Bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)

    L.E.V. Management menjadi sorotan karena baru berdiri pada akhir 2025 dan dipimpin seorang jenderal dari Kementerian Dalam Negeri Rusia. Berdasarkan laporan media investigasi Novaya Gazeta Europe, entitas tersebut tak memiliki rekam jejak aktivitas bisnis sebelum ditunjuk mengelola aset terkait.

    Sementara itu, Auchan yang dikendalikan keluarga asal Prancis, Mulliez, memiliki ratusan gerai fisik dengan puluhan ribu pekerja di Rusia. Anak perusahaan Auchan menyatakan telah meminta klarifikasi resmi kepada otoritas setempat sebelum menyampaikan tanggapan lebih lanjut.

  2. 2. Rusia melanjutkan pengambilalihan aset perusahaan asing

    ilustrasi pabrik
    ilustrasi pabrik (pexels.com/Tiger Lily)

    Penyitaan aset tersebut melanjutkan pola pengambilalihan bisnis asing yang sebelumnya menimpa Danone dan Carlsberg setelah invasi ke Ukraina pada 2022. Peneliti senior Carnegie Russia Eurasia Center, Alexandra Prokopenko, menyebut Kejaksaan Agung Rusia memiliki kecenderungan membuka kembali kesepakatan privatisasi era 1990-an dengan alasan pelanggaran kedaulatan ekonomi.

    Menurut Prokopenko, kondisi tersebut mendorong redistribusi aset dalam skala besar yang belum pernah terjadi sejak runtuhnya Uni Soviet. Sementara itu, Nestlé tetap menjalankan kegiatan bisnisnya di Rusia meski sebelumnya mendapat kritik tajam, termasuk dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, karena tetap bertahan ketika ribuan perusahaan lain memilih keluar.

  3. 3. Nestlé mempertahankan operasi bisnis di Rusia

    ilustrasi bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)
    ilustrasi bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)

    Manajemen Nestlé menyatakan perusahaan hanya memasok kebutuhan pangan esensial tanpa mengambil keuntungan dari operasi yang skalanya telah dikurangi. Saat ini, perusahaan asal Swis tersebut menjalankan enam pabrik dengan sekitar 7 ribu karyawan yang bergerak di bidang kopi, nutrisi bayi, makanan hewan peliharaan, serta produk gula-gula, dilansir France 24.

    Nestlé menyatakan akan menempuh seluruh langkah hukum untuk melindungi hak-haknya dan menjaga kelangsungan operasional bagi seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan juga masih mengevaluasi situasi dan pilihan strategis, setelah sebelumnya menangguhkan sebagian besar impor non-esensial, iklan, investasi modal, serta penjualan produk tertentu di Rusia.

    Dampak finansial dari kebijakan tersebut diperkirakan terasa pada kinerja perusahaan. Penjualan Nestlé di Rusia pada 2021 pernah menyumbang 2 persen dari total penjualan grup, atau 2 miliar franc Swiss (setara Rp43,3 triliun), sebelum turun hingga mendekati satu persen.

    Harga saham Nestlé di bursa Zurich kemudian tercatat melemah antara 2-2,6 persen setelah dekrit diumumkan. Analis firma pialang Jefferies memperkirakan penghapusan penuh bisnis di Rusia, termasuk dana yang tak dapat dipulangkan, dapat menimbulkan biaya hingga 1 miliar franc Swiss (setara Rp21,6 triliun). Jean-Philippe Bertschy dari bank investasi Vontobel menilai dampak finansial secara keseluruhan akan tetap terbatas karena skala operasi Nestlé di Rusia sudah berkurang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More