Lindungi Industri Otomotif, Uni Eropa Mau Turunkan Tarif Impor dari AS

- Komisi Eropa akan menghapus tarif impor AS untuk produk pertanian dan makanan laut, tetapi tidak termasuk daging sapi dan ayam.
- Langkah ini bertujuan melindungi industri otomotif Eropa dari tarif impor AS sebesar 27,5 persen dengan harapan menjaga penjualan mobil buatan Eropa di AS.
- Mercedes-Benz mengalami kerugian sebesar 420 juta dolar AS akibat tarif impor AS, sementara perusahaan juga memiliki masalah dengan pasar di China.
Jakarta, IDN Times - Uni Eropa (UE) mengumumkan rencana untuk menghapus tarif barang impor dari Amerika Serikat (AS) pada Kamis (28/8/2025). Langkah ini bertujuan untuk membuka kebuntuan dialog pengurangan tarif kepada mobil buatan Eropa sebesar 27,5 persen.
Sebelumnya, CEO Lamborghini mengatakan, ketidakpastian tarif impor di AS berdampak pada penurunan penjualan mobil mewah Eropa di AS. Belakangan ini, UE masih mendiskusikan soal penurunan tarif ekspor mobil ke AS.
1. Berlaku bagi produk pertanian dan makanan laut AS

Komisi Eropa menyebut proposal pembebasan tarif bagi barang industri impor dari AS. Namun, barang tersebut diutamakan berupa produk pertanian dan pertanian.
“Kami akan memberikan akses pembebasan tarif bagi beberapa produk seperti makanan laut dan pertanian dari AS. Kedua kami akan membebaskan tarif kepada lobster dan sekarang termasuk prosed lobster,” ungkapnya, dikutip Politico.
Komisi Eropa juga memastikan tidak ada produk pertanian sensitif yang terbebas dari tarif, seperti daging sapi dan daging ayam dari AS. Kedua produk tersebut masih akan terdampak tarif.
2. Bertujuan melindungi industri otomotif Eropa

Komisaris Perdagangan UE, Maros Sefcovic menyebut, proposal ini bertujuan untuk melindungi industri otomotif Eropa yang terdampak tarif impor ke AS sebesar 27,5 persen.
“Saya menyambut baik pengurangan tarif pada mobil dan suku cadang mobil hingga 15 persen pada 1 Agustus. Ini akan membantu dalam melindungi industri otomotif Eropa agar tetap kompetitif di kancah dunia,” ujarnya, dikutip dari EU Business.
Sementara, penurunan tarif dari 27,5 persen ke 15 persen diharapkan dapat menjaga penjualan mobil buatan Eropa di AS. Pabrikan mobil Eropa diperkirakan akan menghemat lebih dari 500 juta euro (Rp9,6 triliun) tarif impor.
3. Mercedes Benz mengalami kerugian imbas tarif dari AS

Pada awal Agustus, perusahaan mobil Jerman, Mercedes-Benz mengungkapkan kerugian sebesar 420 juta dolar AS (Rp6,9 triliun) dari divisi mobilnya tahun ini imbas tarif AS.
“Ini bukanlah sebuah hadiah kepada AS. Namun, kesepakatan ini menguntungkan Amerika. Beberapa aspek dalam kesepakatan antara UE dan AS akan membantu, tapi ini justru merugikan kami,” ungkap CFO Mercedes Benz, Harald Wilhelm, dilansir dari AL.
Selain masalah tarif dari AS, perusahaan otomotif yang berbasis di Stuttgart itu masih memiliki masalah dengan pasar di China. Produknya terdampak tarif balasan dan perang harga di sektor kendaraan listrik.