Jakarta, IDN Times — Lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran baru terhadap prospek inflasi Amerika Serikat. Situasi tersebut juga memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Konflik yang melibatkan Iran dan ketegangan di kawasan Teluk Persia telah mengganggu jalur energi global, termasuk Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia. Kondisi ini mendorong harga minyak naik tajam dan memaksa pelaku pasar mengevaluasi kembali asumsi sebelumnya mengenai inflasi serta potensi pemangkasan suku bunga di AS.
